Setelah yakin bahwa Fren masuk ke desa saya, akhirnya saya mantapkan untuk membeli modem. Saya mencari modem yang cukup mantab. Setelah mencari review di kaskus, akhirnya saya mantapkan untuk membeli modem Huawei EC1260-2 yang dual band dan EVDO Rev. A via online, maklum sekarang saya males kemana-mana. 🙂 . (more…)
Lama nian blog ini tidak diupdate, mumpung dapat ide dari bro COKI dari Kaskus dari sini, akhirnya saya tulis saja sebagai update untuk blog ini. Sebelumnya TP-Link WR543G sebagai AP-Client Router, sekarang saya tulis WR543G sebagai AP-Router.
Modem ADSL Speedy:
PPPoEnya ditaruh di modem jadi modemnya sebagai dialer
TP-Link TL-WR543G adalah router Access Point yang sangat powerful. Meskipun firmware-nya tidak bisa diganti dengan firmware pihak ketiga seperti DD-WRT, firmware bawaannya sudah lumayan untuk sebuah router akses poin dengan harga yang murah. Selain sebagai AP router, TL-WR543G ini bisa dipakai sebagai AP Client router, Bridge mode.
Okay, kali ini saya bagikan bagaimana mensetting TP-Link TL-WR543G sebagai AP Client.
Pilih tipe AP client router lalu restart.
Masuk ke wireless kemudian site survey kemudian connect dan save (kemudian restart), jika pada site survey security on, harus diisikan WEP/WPA keynya.
Setelah itu tentukan koneksi WAN mau pake DHCP (dynamic IP) dari hotspotnya atau mau diisi IP static.
Jika sudah tentukan client LAN mau pake DHCP atau tidak, kalo pake DHCP jangan lupa bagian IP gateway DHCP diisi IP WR543-nya, jangan diisi IP ISP. terus DNS bisa diisi IP dari ISP (hotspot). kalo ada enkripsi-nya dicari aja dibagain wireless kemudian security, disitu adalah pilihan WEP, WPA dan sebagainya. tinggal disesuaikan aja.
Begitulah cara saya mensetting TP-Link TL-WR543G sebagai AP Client.
Tulisan ini sebenarnya ingin ditulis di blog ini 2 minggu yang lalu, berhubung kena tanggal tua blog ini kehabisan bandwidth dan laptop sedang menginap di HP Service Center akhirnya baru bisa dibuat. Banyak sekali pengunjung blog ini yang mengeluhkan LCD dari HP 540 karena tampilannya bergetar termasuk juga saya. Sejak bulan Nopember 2009 muncul garis kecil di bagian Taskbar Windows. Awalnya saya kira Windowsnya yang error, ternyata setelah saya pakai live cd ubuntu tetap saja begitu. Saya betah-betahkan untuk tetap memakainya. Laptop ini sangat nyaman dipakai. Bagian palm rest-nya tidak panas sehingga membuat saya betah berlama-lama di depan laptop.
Akhirnya pertengahan Januari 2010 yang lalu getaran tampilan LCDnya semakin parah. Saya tidak betah lagi untuk memakainya. Saya bawa saja ke HP Service Center di Surabaya, tepatnya di Intiland Tower (dulu Darmala Land) Jl. Panglima Sudirman 101-103, Surabaya atau kalau tidak hapal jalannya di dekat bambu runcing Surabaya. Di HP Service Center saya adukan permasalahan laptop saya yaitu LCD bergetar. Di sana tidak ditanyai tentang kartu garansi, hanya dicek serial number di bawah laptop, lalu dimasukkan ke dalam komputer CSnya. Saya tanyakan mengapa kok begitu, jawab CSnya itu flexibelnya yang kena, sebenarnya bisa diperbaiki saja, tapi karena aturan dari HP harus ganti unit LCDnya ya digantilah. Karena di Surabaya tidak ada part LCD HP 540 terpaksa menunggu maksimal 2 minggu untuk pengiriman unit LCD HP 540 dari Jakarta. Setelah diberi tanda terima untuk pengambilan laptop saya pulang. (more…)
Bersamaan dengan membeli Netbook Byon Chameleon N 610 GA, saya juga membelikan teman sebuah Notebook. Budget yang dia punya hanya Rp 5 juta. Waduh, bingung! Setahu saya notebook dengan harga sekian hanya dimiliki oleh notebook merk lokal seperti Axioo, A*Note, dan lain-lain. Sebenarnya tidak jelek-jelek amat sih, tetapi kok chipsetnya SiS. Kalau chipset Intel yang murah sebenarnya ada sih Acer 4732Z dan eMachine. Tapi kedua-duanya satu atap dan jeleknya lagi USB cuma dua. Kalau ada dana lebih maunya Lenovo G450 dengan Intel GMAX4500, tapi karena dananya kurang akhirnya saya lihat-lihat harga di bhinneka. Kebetulan ada adik dari Lenovo G450 yaitu B450 dengan VGA Intel GMA X4500. Tetapi tanpa Webcam. Harganya hanya $480. Cukup murah! Pandai juga Lenovo membidik pasar yang sensitif dengan harga.
Meskipun bukan ThinkPad series yang terkenal kuat dan tahan banting (kecuali SL series yang bodynya sedikit lebih tipis dari ThinkPad series lainnya), tetapi karena jarang yang punya , jadi bukan merk pasaran (kebanyakan merk yang sudah ada adalah Acer atau Axioo) ya pilihan jatuh ke Lenovo B450. Di samping yang pesan jarang akses internet dan saya rasa tidak butuh Webcam. (more…)
BYON merupakan salah satu produsen Notebook lokal dengan konsep CBBnya. Kemarin saya diajak teman saya membeli Netbook. Di antara beberapa pilihan Netbook baik dari Cina, Taiwan, maupun USA dan beberapa merk lokal serta merk-merk tidak jelas lainnya harga yang paling masuk pas di kantong dan dukungan service center yang bisa dipercaya akhirnya saya sarankan agar memilih BYON N 610 GA. Dengan harga Rp 2.7xx.xxx akhirnya ditebuslah Netbook dari BYON ini. Sebenarnya ingin membeli Netbook BYON yang sudah ada OS Windowsnya dengan harga Rp 3.1xx.xxx. Tapi karena hanya cukup untuk non OS terpaksa beli BYON N610 GA ini. (more…)
Beberapa hari yang lalu saya disuruh menservis laptop teman saya. Laptop teman saya itu bermerk Forsa dengan type FS 1410. Spesifikasi dari laptop tersebut yaitu:
Hewlett-Packard sepertinya akan menghentikan produk low end mereka dengan brand HP pada jajaran notebook mereka. Setelah saya browsing di bhinneka, saya melihat ada 3 produk baru dari Compaq. Dan setelah saya lihat model dan chipsetnya, ternyata hampir mirip dengan HP 540. Perbedaan mendasar dari HP 540 dan Compaq CQ 510 adalah :
HP 540
Compaq CQ 510
Resolusi
1280 x 800 pixel
1366 x 768 pixel
Layar
14.1″ WXGA
14.1″ WXGA LED
Prosesor
Core 2 Duo T5670 1.8 GHz
Core 2 Duo 5870 2.0 GHz
Webcam
Tidak Ada
Ya 2 MP
Logo di belakang Layar
hp
Q besar
Dari harga, lebih murah CQ 510 series. Yang jelas saya belum pernah memegang CQ 510, jadi saya tidak tahu apakah BIOS pada CQ 510 bisa didisable SATA native-nya atau tidak. Tapi pasti bisa diinstall Windows XP, dengan syarat pakai nlite seperti pada tulisan saya sebelumnya, untuk drivernya harus mencari sendiri. Dari chipset yang sama dengan HP 540 saya perkirakan bisa menggunakan driver HP 540 untuk windows XP. Jadi silakan pilih, HP 540 dengan CPU jadul tapi menggunakan brand HP atau CQ 510 dengan CPU lumayan ngebut, Webcam, LED backlit, 16:9 display tapi dengan brand Compaq?
Update:
Terima kasih buat aiia atas informasinya tentang bahwa CQ 510 bisa didisable SATA native-nya dari BIOS.
Untuk download driver Compaq CQ 510 buat Windows XP
Setelah mengetahui cara penginstallan Windows XP di HP 540 dengan SATA native didisabled, berikut ini saya tuliskan bagaimana membuat agar Windows 2000/XP/2003 bisa mengenali HDD SATA pada laptop baru dengan chipset intel. Prinsip kerjanya sama dengan tulisan integrasi driver SATA dengan chipset Silicon Image saya yang dulu. Saya tulis lagi karena notebook dengan chipset intel paling banyak beredar saat ini. Oke, kita mulai saja. Saya menggunakan Windows Server 2003 Enterprise SP2 sebagai contoh pembuatan installer Windows dan sebuah komputer yang sudah terinstall Windows XP :
Install dotNetFramework 2.0 terlebih dahulu, lalu install nLite-nya.
Okay. Sekarang kita mulai mengintegrasikan driver SATA intel ke dalam installer Windows Server 2003. Dalam hal ini saya menggunakan nlite 1.47. (maklum males download lagi) (more…)
Setelah saya mempost laptop HP 540 yang keren di blog ini, ada beberapa telpon dan sms yang masuk menanyakan bagaimana menginstall Windows XP di HP 540 ini. Perlu diketahui, Windows XP meskipun sudah SP3 tidak menyertakan driver SATA pada installernya. Jadi ketika menginstall windows XP pada notebook-notebook baru ada masalah, yaitu munculnya bluescreen saat menginstall Windows XP atau tidak mengenali adanya hdd di laptop tersebut. Ada beberapa cara untuk menginstall Windows XP pada HP 540 ini yaitu:
Mendisable SATA native pada BIOS. Caranya masuk BIOS tekan F10 pada saat POST. Pilih System Configuration – Device Configuration.
Lalu pilih SATA Native Mode, pilih disabled
Setelah itu tekan F10, F10, Enter, F10. Insya Allah penginstalan Windows Xp akan berjalan dengan lancar. Asal drivernya sudah lengkap semua lho..