Category: Hardware

  • ASUS ROG STRIX GL502VM, Kini dengan Warna Silver dengan Desain Futuristis

    Asus GL502VM
    Asus GL502VM

    Di awal kuartal ketiga tahun ini, ASUS kembali meresmikan kehadiran notebook gaming terbarunya yang dinamakan dengan ASUS ROG STRIX GL502VM. Perangkat tersebut hadir dengan balutan warna silver yang berani, lebih futuristis sekaligus menantang dari varian notebook Republic of Gamers 15 inci sebelumnya.

    Selain membawa penyegaran dalam hal tampilan, komponen penting yang bertugas untuk mengolah sistem komputasinya pun ikut diperbarui. Terkini, ASUS ROG STRIX GL502VM yang sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 ini telah mendapatkan prosesor terbaru generasi ke-7 dari Intel.

    “Kami telah menanamkan dukungan prosesor terbaru Intel Core i7-7700HQ agar notebook dapat beroperasi dengan lebih kencang dan gegas,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia. “Prosesor tersebut dapat bekerja dengan sangat cepat karena memiliki frekuensi maksimum yang dapat berjalan pada frekuensi 3,8GHz,” kata Galip.

    Selain prosesor Intel generasi terbaru, notebook gaming futuristis ini dipersenjatai oleh RAM sebesar 16GB DDR4. ASUS ROG STRIX GL502VM menggunakan media penyimpanan berbasis NVMe SSD PCIe x4 berukuran 256GB. Ini akan memberikan kenyamanan bagi pengguna karena akan membuat proses loading, booting, hingga membantu multitasking aplikasi yang lebih cepat dan mulus.

    “Jika masih terasa kurang, notebook tersebut juga dilengkapi dengan memori penyimpanan berbasis HDD berukuran hingga 1000GB,” ucap Galip.

    Jika dilihat dari beberapa sudut yang berbeda, panel aluminium pada cover notebook ini memberikan pantulan cahaya berkilau yang sangat mewah. Dengan ketebalan 23,5mm dan bobot hanya 2,2Kg ASUS ROG STRIX GL502VM merupakan salah satu notebook gaming tertipis di kelasnya.

    Keyboard Lengkap dan Sistem Pendingin Ganda

    ASUS ROG STRIX GL502VM menggunakan full-size chicklet keyboard yang dilengkapi dengan backlight dan jarak tekan sebesar 1,6mm yang memastikan kenyamanan pengguna dalam bermain. Tak hanya itu, ASUS juga memperhatikan kebutuhan para gamers, oleh karena itu, ASUS menambahkan tanda khusus di tombol WASD untuk memudahkan pengguna saat bermain dalam suasana ruangan yang redup.

    Yang menarik, keyboard yang digunakan pada notebook seri Strix ini sudah mendukung 30 keys anti-ghosting keyboard. Dengan fitur ini, para gamers dapat memainkan game sambil menekan berbagai kombinasi tombol di keyboard sekaligus untuk menjalankan instruksi atau melakukan gerakan tertentu di dalam game tanpa masalah.

    Pengguna juga tidak perlu khawatir akan suhu berlebih. ASUS yang merupakan produsen utama motherboard di dunia telah mempersiapkan teknologi Hyper Cool duo-copper thermal solution yang diletakkan pada CPU dan GPU notebook ASUS ROG STRIX GL502VM untuk menghasilkan pendinginan maksimal. Di samping itu, ASUS juga menyertakan fitur IceCool Technology yang menjaga bagian notebook yang tersentuh telapak tangan tetap dingin.

    Pengalaman Multimedia Bertenaga

    Asus GL502VM in Hand
    Asus GL502VM in Hand

    Kartu grafis Nvidia GeForce GTX1060 pada notebook ini memiliki sepsifikasi antara lain dengan memori 6GB GDDR5 128-bit, yang didesain untuk menunjang game berat. Dengan spesifikasi kartu grafis kelas menengah keatas, tentu saja berbagai game berat dengan teknologi terbaru bisa dijalankan dengan resolusi dan detail yang tinggi.

    Selain performanya yang memukau, kartu grafis ini juga sudah mendukung port HDMI 4K2K output jika anda ingin menggabungkan dengan monitor atau bermain di layar yang lebih besar dengan resolusi maksimal. Sebagai tambahan, ASUS turut melengkapi teknologi terbaru pada notebook ini dengan port USB Type-C (USB 3.1 Gen 2) dengan kecepatan transfer data yang tinggi hingga 20Gbps. Port USB Type-C ini pun memiliki bentuk yang kecil dan simetris, sehingga mempermudah pemasangan ke port USB tanpa khawatir terbalik.

    Di Indonesia, perangkat gaming kelas elit yang portable ini ditawarkan dengan harga Rp26.299.000, sudah termasuk ROG mouse serta headset gaming di dalamnya.

    Main Spec. ASUS ROG STRIX GL502VM G-Sync
    CPU Intel® Core™ i7-7700HQ Processor (6M Cache, up to 3.80 GHz)
    OS Microsoft Windows 10 Home
    Memory DDR4 2133MHz 16GB
    Storage 2,5” SATA 1TB 7200rpm + 256GB PCIEx4 SSD NVMe PCIe SSD
    Display 15,6”  Non-glare IPS Full HD (1920 x 1080)
    Graphics NVidia GeForce GTX1060M 6GB DDR5 (G-Sync), VR Ready
    Input/Output 3x USB 3.0, 1x USB 3.1 Type-C, 1x HDMI port, 1x Mini port, 3-in-1 cardreader (SD/SDXC)
    Camera Built-in HD Camera and array mic
    Connectivity 802.11AC+BT
    Audio Dual Array Microphone, Bang & Olufsen ICEpower with SonicMaster
    Weight 2.2Kg
    Dimension 39.0(W) x 26.6(D) x 3.01 (H) cm
    Keyboard Anti-ghosting Illuminated chiclet keyboard, 1,6mm of key travel distance, specially designed WASD cursor keys
    Special Design Alumunium alloy body, Elegant and modern lines, New ROG Strix design
    Battery 4 cells, 4120mAh
    MSRP Rp26.299.000 (free ROG mouse)
    Warranty 2 years full global warranty
  • Epson L220, PSC Sederhana dengan Tinta Infus

    Epson L220
    Epson L220

    Mempunyai printer yang mempunyai kemampuan print, scan dan copy (PSC) untuk keperluan kuliah memang sangat penting. Banyak sekali printer All in One (PSC) di pasaran saat ini. Penulis membeli sebuah printer All in One yaitu print scan copy yang akan digunakan untuk kepentingan mencetak dan memindai dokumen penting selama penulis kuliah di UGM.

    Pilihan printer All in One

    Banyak sekali pilihan printer All in One yang beredar saat ini. Ada yang menggunakan cartridge yang tiap kali tinta habis, harus mengganti cartridge-nya. Hal ini tidaklah efisien dari sisi biaya. Penulis menginginkan sebuah printer All in One yang sudah include tinta infus dengan budget tak lebih dari 2 juta rupiah. Pilihan printer All in One yang menggunakan tinta infus semakin mengerucut: HP Deskjet GT5810, Canon G2000, Brother DCP-T300, dan Epson L220

    Kesederhanaan Epson L220

    Di antara keempat pilihan tersebut, penulis lebih menyukai Epson L220, karena desain simpel, tombol hanya ada 3 dan harga pas 2 juta rupiah saja. Ketiga tombol tersebut yaitu: power, copy monokrom, dan copy warna. Epson L220 merupakan PSC sederhana dengan tinta infus.

    Printer Epson L220 tidak ada fitur mencetak dari wireless, jadi printer ini hanya bisa mencetak melalui kabel saja. Mencetak melalui kabel, merupakan fitur paling dasar pada sebuah printer. Karena memang ini yang penulis butuhkan. Penulis tidak membutuhkan fitur mencetak melalui smartphone.

    Baca juga: Epson L120 printer infus bawaan pabrik

    Kesederhanaan dari Epson L220 ini yaitu printer ini tidak bisa mencetak borderless, dan untuk urusan cetak foto, hasil cetakan tidaklah istimewa.

    Proses Instalasi

    Setelah mengikuti petunjuk dari kertas manual yang diberikan oleh Epson pada paket penjualannya, yaitu mengisi masing-masing tinta, dan menyalakan printer, setelah didiamkan kurang lebih selama 30 menit, printer ini bisa dipakai. Untuk proses penginstalan melalui komputer tidaklah begitu susah. Hanya tinggal klik next-next dan accept, maka printer ini bisa digunakan untuk memindai dokumen dan mencetak dokumen.

    Hasil scan pada printer ini cukup diacungi jempol. Karena sebelum melakukan penyecannan, bisa diatur tingkat kecerahan, ketajaman, warna pada hasil scan. Sedang untuk proses pencetakan, tidaklah mengecewakan waktunya: 7 pages/min Monochrome, 3.5 pages/min Colour. Tidak terlalu lama, meski bukan yang tercepat.

    Untuk printer seharga 2 juta rupiah, printer ini cukup worthed dalam kualitas scan dan cetak.

    Demikian tulisan singkat  Epson L220, PSC Sederhana dengan Tinta Infus

    Spesifikasi Teknis

    Printing Method On-demand inkjet (Piezo electric)
    Nozzle Configuration 180 Nozzles Black, 59 Nozzles per Color
    Minimum Droplet Size 3 pl, With Variable-Sized Droplet Technology
    Ink Technology Dye Ink
    Printing Resolution 5,760 x 1,440 DPI
    Application Home, Office Desktop
    All-in-One Functions Print, Scan, Copy

    Mencetak

    Printing Speed ISO/IEC 24734 7 pages/min Monochrome, 3.5 pages/min Colour
    Printing Speed 69 Seconds per 10 x 15 cm photo (Epson Premium Glossy Photo Paper), 27 pages/min Monochrome (plain paper 75 g/m²), 15 pages/min Colour (plain paper 75 g/m²)
    Colours Black, Cyan, Yellow, Magenta

    Memindai

    Single-sided scan speed (A4 black) 300 DPI 2.4 msec/line; 600 DPI 7.2 msec/line
    Single-sided scan speed (A4 colour) 300 DPI 9.5 msec/line; 600 DPI 14.3 msec/line
    Scanning Resolution 600 DPI x 1,200 DPI (Horizontal x Vertical)
    Output formats BMP, JPEG, TIFF, PDF
    Scanner type Contact image sensor (CIS)
  • ASUS ZenBook UX410, Peranti Andalan Konten Kreator

    Zenbook UX410
    Zenbook UX410

    Konten kreator saat menjadi satu istilah yang merujuk pada suatu profesi yang tengah digemari oleh banyak orang, terutama anak muda. Kenapa? Salah satu alasannya adalah karena aktivitas tersebut kini bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah yang sangat lumayan. Tetapi tentu saja aktivitas tersebut tetap bisa dijalani dengan passion sambil having fun.

    Bahkan beberapa orang ada yang mengatakan, sekarang ini dunia dibangun oleh para konten kreator yang berkarya lewat berbagai macam platform digital. Anggapan ini bisa jadi tepat, karena coba saja simak, mulai dari informasi apa yang Anda baca, hiburan apa yang ditonton, hingga keahlian yang Anda pelajari lewat sejumlah tutorial, rasanya tidak pernah lepas dari sosial media dan internet. Semua hal itu, konten kreator lah yang menciptakannya.

    Baca juga ASUS ZenBook UX330UA, Generasi UltraBook Andalan Terbaru

    Konten kreator bisa jadi seorang YouTuber yang berkarya lewat video-videonya, Blogger yang menulis menulis melalui kumpulan artikelnya, Band maupun Solois yang menciptakan lagu dan menyebarkan lewat plaform seperti Soundcloud atau yang lainnya, hingga para komikus yang menghibur dengan gambar-gambar jenakanya di Instagram. Mereka semua kini mendominasi dunia lewat karya kreatif yang dihasilkan. Dan, secara tidak langsung turut mempengaruhi pola fikir dan minat para pengikut setianya.

    Lalu apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang kreator konten? Menurut salah seorang kreator beken asal Indonesia, Eka Gustiwana, ada dua instrumen utama yang paling mendasar, yakni ide dan alat.

    “Pertama, pembuat konten haruslah menggali ide orisinal terkait konten yang akan dibuat,” ucap Eka. “Ide akan menjadi pijakan awal yang menentukan arah para kreator dan melangkah dan mempengaruhi seluruh karya kreatif yang akan diciptakannya,” katanya lagi.

    Sementara alat, sambung Eka, adalah perangkat penting lain yang sangat mendukung agar semua ide yang telah dirumuskan oleh pembuat konten bisa terwujud. Dan salah satu alat terpenting yang harus dimiliki adalah sebuah notebook.

    Eka Gustiwana
    Eka Gustiwana

    Ringan dengan Performa Mumpuni

    “Notebook dipakai oleh hampir semua pembuat konten, baik dia seorang YouTuber, Musisi, Filmmaker, Komikus, Desainer, dan Blogger,” sebut Eka. “Mereka menggunakan notebook untuk merangkai ulang karyanya agar bisa dinikmati orang lain,” ujar Eka.

    Saya sendiri, tutur Eka, adalah penggemar notebook yang berbobot ringan tetapi punya performa yang mumpuni. Sebab profesi dan aktivitas yang dijalankannya menuntutnya untuk berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Lalu notebook apa yang digunakan Eka?

    “Saya puas banget pakai ZenBook karena sangat ringan mudah dibawa berpergian. Saya termasuk orang yang suka bekerja di mana saja, seperti di pesawat, di kereta, di mobil, di hotel, di cafe, dan lainnya,” ucapnya. “ZenBook memudahkan saya, ditambah lagi beban tas menjadi sangat ringan, dan bisa diisi perangkat musik lainnya. Serasa nggak bawa notebook,” kata Eka lagi.

    Baca juga ZenBook Flip UX360UAK, Kini dengan Kaby Lake

    Notebook yang digunakan juga harus memiliki baterai yang tahan lama. Nah, ASUS ZenBook adalah notebook dengan baterai teririt yang pernah saya pakai. “Sudah tidak khawatir lagi kalau misalnya harus terpaksa bekerja di tempat yang tidak terdapat arus listrik, misalnya di atas pesawat. Inspirasi dan kreasi bisa jalan terus tanpa terhambat,” sambungnya.

    ASUS ZenBook, menurutnya, juga notebook yang bisa diajak tampil stylish. Di atas panggung, dirinya merasa sangat bangga meletakkannya di samping keyboard dan perangkat musik lainnya. “Ringkasnya ukuran ZenBook, berbanding terbalik dengan performanya. Performanya sangat baik yaitu dengan prosesor Intel Core i7 dan Windows 10, sangat memudahkan Eka untuk produksi musik dan dalam kondisi saat dia harus menggunakan aplikasi berbeban berat.  My perfect companion!” pungkas Eka.

    Spesifikasi
    CPU Intel® Core™ i7 7500U Processor (4M Cache, up to 3.50GHz)
    Operating System Windows 10
    Memory 8GB DDR4 2133MHz SDRAM + 1 x SO-DIMM socket, up to 16GB RAM
    Storage 1TB 5400RPM SATA HDD + 128GB SATA3 M.2 SSD
    Display 14” FHD (1920×1080) IPS 178˚ (wide-viewing angle display) Anti-Glare with 72% NTSC
    Graphics NVIDIA GeForce 940MX, with 2GB GDDR3 VRAM
    Input/Output 2x USB 2.0, 1x USB 3.0, 1x USB3.1 Type-C (gen 1), 1x Headphone-out & Audio-in Combo Jack, 1x HDMI
    Keyboard Illuminated Chiclet Keyboard
    Camera HD Web Camera
    Connectivity 802.11ac+Bluetooth 4.1 (Dual band) 2*2
    Audio Support Windows 10 Cortana, ASUS SonicMaster Technology
    Battery 3 Cells 48 Whrs Battery
    Dimension 323 x 223 x 18.95 cm (WxDxH)
    Weight 1.45Kg with Battery
    Colors Rose Gold, Quartz Grey
    Accessories Sleeve + USB3.0 to RJ45 cable + HDMI to VGA cable
    Price Rp15.799.000
    Warranty 2 tahun garansi global
  • ASUS ZenBook UX330UA, Generasi UltraBook Andalan Terbaru

    ZenBook UX330UA
    ZenBook UX330UA

    Pada tanggal 13 Maret 2017, Asus meluncurkan sebuah generasi UltraBook terbaru yaitu Zenbook UX330UA untuk pasaran Indonesia. Asus ZenBook UX330UA merupakan salah satu platform notebook tipis generasi terbaru. ZenBook UX330UA mempunyai keunggulan sebuah keanggunan yang menawan, portabilitas yang mudah dibawa kemana-mana, serta kemampuan dengan performa tinggi yang mendukung mobilitas penggunanya.

    Brand ZenBook pada perangkat yang diusung oleh ultrabook dari Asus  ini terkenal dengan desainnya yang menawan dan elegan, dengan kemampuan performa kelas atas berkat dukungan prosesor tercepat dan dengan sistem operasi Windows 10. Mobilitas pengguna akan semakin mudah karena bodinya yang tipis dengan bobot yang ringan sehingga mudah dibawa bepergian ke mana saja.
    (more…)

  • Unboxing ZenPower (Power bank dari Asus)

    Pada saat launching zenfone 2 bulan april yang lalu, Asus membuat banyak sekali aksesoris. Salah satunya yaitu ZenPower. Power Bank yang menggunakan cell dari Panasonic. Penulis menguji salah satu ZenPower yang memiliki kapasitas 10050mAh. Output yang dikeluarkan oleh ZenPower ini sebesar 5v 2.4A. Sehingga cukup cepat untuk mengisi daya dari ponsel yang sudah dalam keadaan sekarat.

    (more…)

  • ASUS Zenbook UX305, Ultrabook dengan Intel Core M Hadir di Indonesia

     

    zenbook ux305
    zenbook ux305

    Jakarta (13 Mei 2015) – Setelah mengumumkan untuk pertamakalinya ke masyarakat Indonesia pada penghujung kuartal pertama lalu, ASUS Zenbook UX305 kini telah tersedia luas di pasaran. Notebook dari lini ultrabook tersebut semakin mengokohkan posisi Zenbook sebagai perangkat ultrabook yang sebenarnya.

    “Selain lebih tipis dan portabel, daya tahan baterai yang lebih baik, kini Zenbook dapat bekerja nyaris tanpa mengeluarkan suara,” ucap Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia. “Ini dimungkinkan karena penggunaan prosesor Intel Core M yang mengonsumsi daya antara 3,5 sampai 4,5 watt saja, sehingga tidak membutuhkan pendinginan berbasis kipas,” ucapnya.
    (more…)

  • Fonepad, Tablet Intel 7" Pertama dari Asus

    Asus Fonepad
    Asus Fonepad

    Tren tablet 7 inch sudah mulai menggeliat. Ukuran 7” memang sangatlah pas digenggam, karena tidak terlalu besar seperti tablet 10”, ataupun terlalu kecil seukuran 5”. Asus merupakan vendor komputer internasional turut serta memproduksi tablet ukuran 7”. Mulai dari Asus Google Nexus 7, Asus Google Nexus 7 generasi kedua, hingga Asus Memopad dengan harga terjangkau. Terakhir Asus meluncurkan tablet 7” yang bisa digunakan untuk menelpon yaitu Asus Fonepad.
    (more…)

  • Upgrade HDD Notebook 160 GB

    Mengupgrade HDD notebook NEC Versa L1101 saya dengan kapasitas yang lebih tinggi sangatlah susah. Saya ingin mengupgrade HDD tersebut karena terkena efek samping Telkomsel Flash Unlimit. HDD 60GB cepat penuh gara-gara sering dipakai untuk mendownload, entah film atau program. HDD notebook 2.5″ baru bertipe IDE dengan kapasitas di atas 100 GB sangatlah susah mencarinya, semua notebook baru saat ini memakai HDD bertipe SATA. Ya inilah resiko saya membeli notebook bekas dengan spek yang sudah hampir kadaluarsa.
    (more…)

  • Koneksi GPRS XL di Ubuntu Linux

    Ubuntu Linux tanpa repositori bagaikan sayur tanpa garam. Kurang nikmat! Fitur standar banget. Cuma ada Office, software untuk internet dan software-software lisensi GPL yang sedikit sekali, agar muat dalam CD mungkin maksud dari pembuat distro Ubuntu. Jadi untuk menyetel mp3, 3gp (hihihihi), file multimedia lain atau membuka pdf tidak bisa. Jadi dibutuhkanlah repositori agar bisa dengan nyaman menyelami Ubuntu Linux. Ada dua cara untuk mendapatkan repositori Ubuntu ini. Membeli DVD repositori di KPLI-KPLI terdekat atau di mengunduh dari internet. Lha saya ada koneksi Xplor corporate, sekalian sambil belajar lebih dalam dunia ubuntu, mengunduh saja.

    (more…)

  • Kabel USB to IDE bermasalah

    Aku beli kabel USB to IDE kira-kira setahun yang lalu, dulu harganya masih mahal, sekitar 125rb. Memakai kabel ini sebenarnya sih asyik-asyik saja, enak gak usah buka casing, tinggal tancapkan ke port kabel power ke power ODD/HDD, kabel data ke ODD/HDD dan ujung lain ke USB jalan deh.. Setelah lama menggunakan ada beberapa kekurangan dari USB to IDE ini :

    • merusak partisi HDD
    • merusak ODD

    Daripada begini terus, gw pensiunin aja. Capek bolak-balik Surabaya – Jombang untuk nukar ODD. Lagi nabung buat beli 5,25″ enclosure yang lebih aman.