Sudah lama sekali saya menginginkan sebuah desktop PC yang lebih bertenaga daripada Notebook. Untuk coding, edit foto, dan yang paling penting upgradeable. Akhirnya setelah dihitung-hitung antara membangun dari awal sebuah unit Desktop PC atau membeli built up, saya lebih tertarik membeli PC Desktop built up dari sisi harga. Desktop yang bertenaga didukung dengan monitor yang keren pula. Saya sempat bingung dalamĀ memilih monitor 21.5″ FullHD
Saya membeli Desktop PC HP Prodesk 290 GT dengan spesifikasi sebagai berikut:
Core i3 4150 (3.5GHz) -> bisa diupgrade ke Core i7 gen 4
RAM DDR3 PC12800 2x4GB -> bisa diupgrade ke DDR3 32GB, ada 4 slot
HDD 500GB -> cuma ada 2 slot SATA š
mainboard intel H97
ada port COM dan Parallel cocok buat mikrokontroler yang masih memakai port itu
Setelah melihat statistik dari awstats hosting saya, pengakses blog saya ternyata tidak sedikit yang menggunakan browser mobile. Saya lalu mencari plugin agar blog ini bisa diakses dengan browser mobile seperti opera mini dengan tampilan sederhana agar pengakses blog ini tidak terbebani biaya aksesĀ karena pengunjung blog saya yang keren ini kebanyakan dari Indonesia, dan umumnya akses Internet di Indonesia masih relatif mahal.
Akhirnya saya menemukan pluginĀ WordPress Mobile Edition yang bisa diunduh melalui dashboard WordPress anda.Ā Blogger yang menggunakan jasa wordpress.com biasanya sudah ada pluginnya, tinggal diaktifkan saja. Saya tidak tahu menunya bagaimana, yang jelas ada. Setelah saya mencoba ponsel saya baik menggunakan browser bawaan Sony Ericsson maupun Opera Mini, lancar-lancar saja.
Setelah menulis tentang Compaq 510, saya alhamdulillah diberi kesempatan untuk benar-benar memegang Compaq 510 ini. Kemarin saya diajak teman saya untuk membeli laptop. Saya sarankan saja agar dia membeli Compaq 510. Soalnya harganya paling murah dan sudah Core 2 Duo plus memakai chipset Intel. Meskipun memakai chipset Intel yang ketinggalan satu generasi dan Prosesor yang juga ketinggalan satu generasi.Ā Setelah mencari-cari di Hi-Tech Mall, toko yang buka yang jual Compaq 510 dengan harga yang pantas hanya Laptop One. Akhirnya beli di sana dengan specs:
Dari penampilan luar awalnya saya kira Compaq 510 ini benar-benar mirip dengan HP 540, ternyata beda banget. Compaq 510 ini sekujur tubuhnya berwarna hitam dof, sedang HP 540 berwarna abu-abu yang elegan. Jadi Compaq 510 ini lebih gampang kotor dengan sidik jari yang berminyak. Harus sering-sering melap bodynya. Akan tetapi bodynya lebih tipis daripada HP 540 dan lebih keren daripada Compaq CQ 40 series lainnya. LCD Compaq 510 ternyata lebih cerah daripada HP 540,(ya iyalah pake LED, HP 540 pakai lampu fluorescent) sedikit di bawah Acer 4736Z yang pernah saya bawa lah.
Untuk lainnya di tempat download driver Compaq 510 hanya pelengkap saja. Dan ingat, jika komputer stabil dan tidak ada gangguan sama sekali, janganlah sekali-sekali mengunduh driver BIOSnya. Sebab jika terjadi kesalahan dalam proses upgrade/downgrade BIOS akibatnya sangat fatal! Laptop anda akan mati.
Install HP JMicron Card Reader
Setelah semua saya instal, saya test semuanya tidak ada gangguan apapun baik soundcard, maupun system sangatlah stabil. Kekurangannya sama seperti HP 540, USBnya memang ada 3, tapi berjejeran rapat di kiri semua. Sehingga menyulitkan jika memakai piranti USB yang gendut seperti Modem ZTE MG880 buat mobi. Bisa diakali dengan menggunakan kabel USB bawaan modem sih.
Mempunyai ponsel setengah jadul (ponsel saya Sony Ericsson K320i) terkadang saya agak minder dengan teman-teman yang membawa ponsel 3G terbaru, meskipun saya tahu bahwa jaringan 3G belum masuk di tempat saya, dan mungkin juga pulsanya tidak ada.. hehehehe.. suudzon banget sih saya :)) ..Tempat saya sangat pelosok, ndesa banget. ;)) Jaringan paling hebat ya EDGEnya Telkomsel. Karena aktifitas internet saya cukup tinggi saya maksimalkan kemampuan ponsel saya tersebut. Ya, hanya browser, e-mail, dan chatting sajalah lebih dari cukup. Ponsel saya mendukung Java 2 ME. Berikut ini adalah aplikasi untuk internet pada ponsel saya: (more…)