Tag: android

  • Zenfone 4 Max Pro, Zenfone Max Generasi Ketiga dari ASUS

    ZenFone 4 Max Pro

    Generasi keempat dari Zenfone mulai dihadirkan di Indonesia oleh ASUS. Pada Zenfone 4 series, ASUS memulainya dengan meluncurkan sebuah Zenfone 4 Max Pro, yang merupakan generasi ketiga dari ZenFone Max. ASUS mulai fokus di industri smartphone pada tahun 2014 yang lalu dengan seri ZenFone-nya.

    ZenFone 4 Max Pro dengan seri ZC554 KL, merupakan smartphone low to medium dengan pertama yang menggunakan dua buah kamera utama dan memasangkan baterai sebesar 5000mAh. Peningkatan dari ZenFone 3 Max sebelumnya yang hanya mengusung baterai sebesar 4000mAh. Dengan kapasitas baterai yang besar tersebut, ZenFone 4 Max Pro mampu bertahan dalam jaringan 4G hingga 46 hari. Seperti pada generasi pertama dan kedua dari ZenFone Max series, ASUS juga menanamkan fitur reverse charging, yaitu fitur berbagi daya kepada gawai lain atau bisa dikatakan sebagai powerbank. Kemampuan dari reverse charging ini meningkat pesat, yaitu 2x lebih cepat dari sebelumnya hanya 500mA, untuk ZenFone 4 Max Pro hingga 1A outputnya.

    Acara Launching ZenFone 4 Max Pro di jakarta

    “ZenFone 4 Max merupakan bagian dari seri ZenFone 4 yang didesain khusus untuk menyediakan pengalaman fotografi mobile terbaik,” sebut Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia. “Ia memiliki fitur dual rear-camera system dengan kamera utama 16MP serta kamera wide 120o plus kamera depan yang juga berukuran 16MP,” sebutnya.

    Galip Fu memamerkan Zenfone 4 Max Pro

    “Bagi saya, smartphone harus sama energiknya dengan saya yang punya aktivitas padat. Saya tidak bisa menggunakan smartphone yang baterainya hanya bertahan setengah hari. Baterai smartphone saya harus bertahan seharian atau lebih, meski telah digunakan secara penuh untuk mendukung aktivitas,” sebut Joe Taslim. “Saya bangga ditunjuk untuk merepresentasikan ZenFone 4 Max Pro di Indonesia,” sebutnya.

    Lensa Wide 120o

    ASUS ZenFone 4 Max Pro menggunakan sistem dual rear-camera dengan kamera utama 16MP PixelMaster dan sebuah kamera kedua dengan wide-angle lens yang mencakup sudut pandang hingga 120o. Kamera tersebut mampu menangkap foto dengan jernih dan tajam. Pengguna juga bisa dengan mudah menggeser opsi ke view yang lebih luas agar lebih banyak objek yang bisa ditangkap dalam frame.

    Berbeda dengan sebelumnya, mode Auto kini sudah dilengkapi dengan teknologi low-light dan sekaligus HDR Pro. Ini memungkinkan pengguna mengambil foto objek dengan jelas meskipun berada di kondisi backlight yang umumnya sulit dilakukan. Adapun mode Super Resolution akan mengambil beberapa foto dalam satu waktu, lalu mengombinasikannya ke dalam sebuah foto resolusi 64MP dengan detail yang sangat tajam.

    Maksimalkan Baterai

    Pengguna smartphone tidak pernah merasa energi pada baterainya terlalu banyak sehingga membuatnya kebingungan aktivitas apa lagi yang ingin ia kerjakan. Uniknya, ASUS ZenFone 4 Max Pro didesain agar dapat memaksimalkan sebanyak mungkin energi dari sel baterai lithium-polymer berkapasitas 5.000mAh yang digunakan.

    Dengan kapasitas baterainya yang sangat besar, ASUS ZenFone 4 Max juga bisa berfungsi sebagai powerbank untuk mengisi ulang perangkat lain. Menggunakan kabel USB On The Go (OTG) yang disediakan, smartphone dapat memasok daya 5V dengan arus hingga 1,1A untuk mengisi ulang gadget lain yang terhubung. Tetapi jangan khawatir, meskipun sedang berfungsi sebagai powerbank, aplikasi PowerMaster akan tetap memonitor kapasitas baterai dan tidak memperkenankan smartphone untuk mengisi baterai gadget lain jika baterainya sendiri sudah mencapai 30 persen.

    Berikut ini spesifikasi teknis ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL:

    Spek ASUS ZenFone 4 Max Pro
    Spek ASUS ZenFone 4 Max Pro
  • Review Asus Zenfone 2 (1)

    Asus Zenfone 2
    Zenfone 2

    Setelah 4 hari dari unboxing Asus Zenfone 2, dan sudah cukup puas untuk mencoba beberapa fitur dari Zenfone 2 ini, waktunya untuk menuliskan pengalaman mencoba Zenfone 2 ini. Zenfone 2 yang penulis uji coba adalah tipe ZE551ML dengan RAM 4GB dan memori 32GB. Untuk Zenfone 2 saya memecah menjadi beberapa tahap, sebab banyak sekali kelebihan dari Zenfone 2 ini.

    1. Desain dan handling.

    Dari tampilan luar sedikit cukup menarik, model melengkung dan tanpa ada ujung yang runcing sehingga cukup nyaman digenggam. Untuk tombol, saya menyesuaikan dari memakai Zenfone 5 yang berada di sebelah kanan, baik tombol power maupun volume, menjadi tombol atas untuk power dan tombol belakang untuk volume. Peletakan tombol volume di belakang memudahkan saya ketika sedang menelpon seseorang sambil mengatur tombol volume dengan telunjuk.

    Tombol Volume, kamera, dan Flash
    Tombol Volume, kamera, dan Flash

    Posisi lensa yang lebih ke dalam membuat lensa lebih aman ketika di taruh di sembarang tempat. Maklum saya agak teledor. Lampu kilat yang berjumlah 2 buah lebih terang benderang ketika membutuhkan cahaya tambahan di ruangan yang redup. Untuk kamera dan lampu kilat akan saya tulis nanti.

    Bagian depan dari Zenfone 2 ini sedikit lebih besar daripada Zenfone 5, dengan desain bezel yang tipis, sehingga ukuran LCD lebih besar, menurut Asus 72% bagian bodi adalah ukuran layar. Meskipun sedikit lebih besar dari Zenfone 5, tetapi ketika saya genggam masih cukup nyaman.

    Zenfone 2 yang saya pegang
    Zenfone 2 yang saya pegang

    [nextpage title=”Layar”]

    2. Layar

    Menggunakan layar full HD 1920×1080 pixel dengan ukuran 5.5 inci,yang memiliki sudut penglihatan hingga 178 derajat. Kepadatan piksel hingga 403ppi yang sangat tajam membuat setiap gambar terlihat detil dan jelas, dengan teknologi ASUS TruVivid, ZenFone 2 memberikan warna yang sangat hidup. Tingkat terang layar 400nits membuat Anda bisa menikmati tampilan layar ponsel Anda dengan jelas walaupun berada di bawah sinar matahari.

     

    ze551Teknologi LTPS terbaru memiliki butir-butir polysiliconyang lebih besar dan seragam agar memudahkan elektron untuk mengalir lebih cepat untuk
    menghantarkan resolusi lebih tinggi dengan energi yang lebih efisien.

    Lapisan berikutnya, yakni sensor, menawarkan response time yang sangat cepat, hanya 60 milidetik setelah mendapatkan sentuhan jari. Artinya, nyaris tidak ada jeda saat melakukan swipe, mengklik aplikasi atau saat bermain game. Di pasaran sendiri, rata-rata smartphone Android memiliki response time layar antara 80 sampai 100 milidetik.

    Selain responsif, layar ASUS ZenFone 2 juga mendukung fitur Glove Mode. Jika diaktifkan, layar tersebut akan menjadi sensitif bahkan meski jari pengguna terbungkus sarung tangan. Adapun di bagian atasnya, ASUS menyempurnakan ZenFone 2 dengan Corning Gorilla Glass 3 hadir untuk meningkatkan daya tahan terhadap goresan ataupun benturan ringan.

    Menyelimuti cover glass, ASUS meletakkan lapisan anti-fingerprint setebal 20 nanometer. Ini memungkinkan pengguna melakukan tap, slide ataupun swipe pada layar tanpa meninggalkan bekas sidik jari jika tangan dalam kondisi bersih.

    Pada panel ZenFone 2 memiliki jangkauan warna hingga 72% NTSC, membuat saya cukup nyaman melihat warna-warna pada foto dan video karena  lebih banyak jangkauan jenis warna dan lebih presisi.
    [nextpage title=”Cover, batere, memori,  dan SIM Card”]
    3. Cover, batere, memori,  dan SIM Card

    Cover Zenfone 2 menggunakan material plastik yang didesain sangat menawan. Dengan finishing metal, kesan mewah dari Zenfone 2 sangatlah tampak nyata.

    zf21Zenfone 2 menggunakan desain unibody, dengan baterai li-po berkapasitas 3000mAh, 1,5 kali lebih besar dari Zenfone 5, yang tidak mudah dilepas oleh user awam. Akan tetapi pengguna bisa melepas pasang SIM card ataupun kartu memori. Meskipun Zenfone 2 yang penulis uji coba menggunakan memori 32GB, tetapi Asus tetap menyertakan slot kartu memori micro SD yang bisa menampung hingga 64GB jika dirasa memori sebesar 32GB kurang.

    Saat ini di beberapa kota besar Indonesia sudah menggunakan teknologi 4G LTE, Slot 1 SIM card pada Zenfone 2 ini sudah mendukung LTE sehingga pengguna ketika berada di tempat yang berada di posisi area 4G bisa menikmati kecepatan super ngebut. Meskipun demikian, slot SIM 1 kompatibel dengan teknologi GSM di belakangnya, 3G maupun 2G. Seperti posisi saya, dimana tidak ada sinyal 4G, terkadang hanya 2G masih bisa menggunakan SIM1 sebagai sarana akses internet. Sayangnya slot SIM2 hanya bisa menampung teknologi 2G saja.

    Asus Zenfone 2 menggunakan teknologi Dual Sim Dual Active, dimana 2 SIM card bisa aktif bersamaan. Ketika pengguna menggunakan SIM 1 untuk menelpon, sms dapat masuk ataupun SIM2 menerima telpon. Dalam kondisi menelpon dengan SIM1, pengguna bisa menghold untuk menerima telpon dari SIM 2, begitu pula sebaliknya.
    [nextpage title=”Kamera”]
    4. Kamera

    Salah satu fitur unggulan dari Zenfone 2 ini yang patut diacungi jempol adalah kamera. Untuk kamera belakang menggunakan Sensor 13MP dan kamera depan menggunakan sensor 5MP. Untuk hasil kamera silakan lihat foto-foto berikut yang saya uji coba di booth Asus pada saat launching. Sebelah kiri Zenfone 2, untuk sebelah kanan Zenfone 5

    Perbandingan HDR Zenfone 2 dan Zenfone 5
    3 Perbandingan HDR Zenfone 2 dan Zenfone 5

    Untuk memperbesar, klik gambar. Di sini bisa kita lihat, pada mode HDR Zenfone 2 lebih jernih dan detail, sedangkan Zenfone 5 lebih kemerahan.

    Zenfone 2 dan Zenfone 5 low light
    Zenfone 2 dan Zenfone 5 low light

    Untuk kondisi low light, pada menu kamera ada gambar burung hantu, bisa dilihat noise pada gambar yang dihasilkan oleh Zenfone 2 lebih sedikit daripada Zenfone 5.

    Untuk review selanjutnya akan saya tuliskan beberapa hari lagi.

  • Nokia X, Android pertama dari Nokia

    Nokia-X-Dual-SIM
    gambar dari nokia.com

    Meskipun terlambat meluncurkan ponsel dengan Sistem Operasi Android, akhirnya Nokia meluncurkan juga ponsel Android dengan seri X-nya. Proyek ini sebenarnya sudah diluncurkan sejak tahun lalu berkode Normandy. Nokia sepertinya menjilat ludahnya sendiri sewaktu Android baru mulai berkembang tahun 2011 yang lalu dan memaksa menggunakan Windows Phone 7.
    (more…)

  • Asus Fonepad, Smartphone atau Tablet?

    Asus Fonepad mempunyai slot kartu GSM untuk akses internet dan fungsi telepon. Saya kira dengan body yang besar, Fonepad menggunakan kartu mini SIM biasa, tetapi setelah saya cek ternyata menggunakan slot micro SIM. Akhirnya cari operator selular yang bisa dipakai di rumah, hanya XL yang sinyal 3Gnya sampai di rumah. Setelah memotong kartu SIM GSM tersebut lalu saya masukkan, secara otomatis Asus Fonepad mengenalinya dan tanpa seting ini itu bisa digunakan untuk internetan. Menurut spesifikasinya, kecepatan internet maksimum Asus Fonepad hingga 21.4 Mbps, tergantung jaringan. Untuk jaringan internet di Indonesia yang mungkin hanya maksimal 7.2 Mbps saja untuk browsing internet, aplikasi sosmed dan streaming youtube saya rasa lebih dari cukup.

    (more…)

  • Fonepad, Tablet Intel 7" Pertama dari Asus

    Asus Fonepad
    Asus Fonepad

    Tren tablet 7 inch sudah mulai menggeliat. Ukuran 7” memang sangatlah pas digenggam, karena tidak terlalu besar seperti tablet 10”, ataupun terlalu kecil seukuran 5”. Asus merupakan vendor komputer internasional turut serta memproduksi tablet ukuran 7”. Mulai dari Asus Google Nexus 7, Asus Google Nexus 7 generasi kedua, hingga Asus Memopad dengan harga terjangkau. Terakhir Asus meluncurkan tablet 7” yang bisa digunakan untuk menelpon yaitu Asus Fonepad.
    (more…)

  • Posting blog menggunakan tablet

    Mencoba sesuatu yang baru mrupakan hal yang menyenangkan. Saya meminjam tablet teman untuk diiinstall WordPress. Ternyata enak juga digunakan untuk memposting blog

  • Mengaktifkan USB debugging pada Cyanogenmod 10

    Menggunakan custom ROM pada Android memang mengasyikkan. Sebab beberapa gadget Android tidak diupdate versi terbaru, misal Galaxy Note AT&T i717 tidak ada update ke Jelly Bean. Saya menggunakan Custom ROM Cyanogenmod versi 10.1 untuk Galaxy Note teman saya. Tetapi saya kebingungan saat akan menggunakan USB debugging, menu developer pada Setting tidak ada. Setelah saya cari-cari di google ketemu:

    Masuk ke Setting -> About Phone -> klik Build Number sebanyak 6 kali.

    Setelah itu maka akan muncul menu Developer, aktifkan USB debugging lalu restart hp. Saya menemukannya di sini

  • Huawei Boulder U8350 Ponsel Android Qwerty Murah!


    Huawei Boulder U8350
    Huawei Boulder U8350

    Saya pikir ponsel android paling murah merk terkenal hanya Samsung Galaxy Young, ternyata ada lagi ponsel Android dengan harga yang sangat terjangkau. Huawei Boulder U8350 adalah ponsel android dengan gabungan keyboard qwerty dan layar sentuh kapasitif. Huawei sendiri adalah produsen modem yang sudah cukup ternama, selain itu huawei juga membuat ponsel dengan harga terjangkau tetapi fitur melimpah seperti Ideos X5. Ponsel ini pada awalnya dijual seharga 1.7juta, akan tetapi saat ini ponsel ini bisa diperoleh dengan harga kurang dari 700rb saja.
    (more…)

  • WordPress Mobile Pack untuk Browser Mobile

    Perkembangan perangkat mobile yang berkembang dengan pesat terutama android, iPhone dan BB membuat saya  harus menginstall plugin WordPress Mobile Pack ini. Proses penginstallan yang mudah hanya beberapa kali klik saja dan setting yang hanya diubah sedikit saja, teramat sangat mudah. Saya sudah test di Galaxy Y saya, mulai dari browser bawaan GaYoung, Opera Mobile, Opera Mini, dan Maxthon tampilannya cukup sederhana dan mengirit bandwidth.

  • Samsung Galaxy Y (Young) HP murah kualitas mewah

    Lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Karena kesibukan saya mengejar cita-cita (halah). Di sela-sela kesibukan saya ini saya sempatkan untuk mengisi blog ini.

    Ketertarikan saya dengan android karena platform ini mendobrak pakem bahwa smartphone haruslah berharga mahal, sedangkan Android sendiri harganya masuk akal dengan kualitas yang dibilang hebat dan bisa dioprek. Saya tidak pernah tertarik untuk membeli Blackberry karena BB sendiri sangat minim untuk dioprek, selain itu biaya aksesnya sangat mahal. Karena ponsel lama saya Sony Ericsson W380 sudah rusak parah, charger sudah patah, keypad hilang semua tombolnya, tidak bisa ditutup dan alhamdulillah saya dibeli rejeki untuk bisa membeli ponsel android pertama saya.
    (more…)