Mengganti Kartu ATM BCA

Kali ini saya akan membagi pengalaman saya dalam mengganti Kartu ATM BCA saya. Dimana kartu ATM BCA atau disebut Paspor BCA saya kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Paspor BCA saya patah dan laminatingnya sudah lepas. Maklum sudah 6 tahun tidak pernah mengganti Paspor BCA saya, dan sering keluar masuk mesin ATM atau digesek di kasir tempat belanja.
[Wow-Modal-Windows id=1]

Paspor BCA Lama
Paspor BCA Lama

Bisa dilihat bukan, kondisi Paspor BCA saya sudah sangat mengenaskan. Mumpung saya pulang ke Lamongan, sekalian saya ke BCA tempat saya membuka rekening. Pagi-pagi saya ke BCA, beberapa hal yang saya bawa sebelum ke kantor BCA yaitu KTP, buku rekening BCA dan Paspor BCA yang sudah rusak tersebut.

Sesampainya di kantor Cabang BCA Lamongan saya lalu ditanyai satpam ada keperluan apa, saya bilang untuk mengganti kartu ATM BCA yang sudah rusak, kemudian satpam menunjukkan antrian untuk CSO selain pembukaan rekening baru. Waktu menunggu antrian tidak sampai 15 menit. Setelah saya dipanggil saya sudah menyiapkan buku tabungan, kartu ATM dan KTP saya.

Proses penggantian kartu ATM BCA dimulai dari pertanyaan verifikasi yaitu nama gadis ibu kandung dan tanggal lahir. Pertanyaan ini memang umum dilakukan di dunia perbankan. Hal ini untuk mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan rekening kita. Selanjutnya saya ditawari oleh pihak BCA untuk mengganti Paspor BCA saya menjadi Gold, untuk melihat perbandingan limit transaksi antar paspor BCA bisa dilihat pada tabel berikut (bulan Maret 2017)

Limit transaksi paspor BCA
Limit transaksi paspor BCA

Untuk biaya administrasi dari beberapa jenis paspor bca tersebut bisa dilihat dari tabel berikut:

Biaya Administrasi penggantian Paspor BCA
Biaya Administrasi penggantian Paspor BCA

Selisih antara Paspor BCA Silver dan Gold tidak seberapa banyak, hanya Rp 2.000, tetapi limit transaksi yang lumayan juga buat jaga-jaga. Saya tidak pernah transfer di atas 10juta :D. Selanjutnya saya juga menanyakan apakah kartu saya langsung bisa aktif, untuk akun internet banking dan mobile banking dengan android saya bisa juga digunakan. Oleh CS-nya langsung diaktifkan dan diupdate untuk internet banking dan mobile bankingnya. Untuk memastikannya saya langsung mencoba untuk mengecek saldo saya. Oh iya, pada saat saya membuka rekening dahulu saya belum memiliki NPWP, saat mengganti kartu ATM BCA saya ditanyai apakah mempunyai NPWP, saya jawab sudah kemudian NPWP saya dimasukkan ke dalam data oleh CS BCA tersebut ke dalam data saya di BCA.

Sebelum saya pulang, saya ditanyai sebuah survei kecil-kecilan tentang BCA, bagaimana pelayanannya, apakah antrian yang begitu panjang, dan beberapa pertanyaan singkat lainnya. Saya pribadi sih jarang sekali antri ke teller, untuk mengisi rekening biasanya saya menggunakan ATM setor tunai yang sekarang sudah tersedia banyak di kota-kota termasuk kota saya, Lamongan. Transaksi lain seperti transfer, belanja online dan beli yang kecil-kecil saya selalu menggunakan mobile BCA atau kalau saya membutuhkan transfer dalam angka yang besar, saya menggunakan klikbca. Saya ke bank mentok hanya untuk ke CS, mengganti key BCA yang rusak, atau urusan yang mengganggu aktivitas online banking saya. Saya hanya mengeluhkan maintenance server setiap jam 22.00 sampai tengah malam, kalau saya butuh transaksi online pada jam-jam tersebut pasti akan delay keesokan harinya. Karena saya jarang ke bank, baru saya sadari, buku tabungan saya tidak pernah saya cetak sejak 4 tahun yang lalu 🙂

Paspor BCA yang baru sudah include dengan kartu Flazz BCA, jadi dompet bisa semakin tipis, karena tidak menyimpan banyak kartu. Saat keluar, kepala KCP Lamongan membukakan pintu untuk saya. Wah saya tersanjung 🙂

Paspor BCA baru
Paspor BCA baru

Demikian pengalaman saya dalam mengganti kartu ATM BCA yang membutuhkan waktu kurang dari 1 jam mulai dari proses antri dan keluar.

,

Comments

Tinggalkan Balasan