Category: Photography

  • Sony NEX 6, Mirrorless dengan Electronic Viewfinder

    Sony NEX 6
    Sony NEX 6

    Setelah beberapa tahun menggunakan kamera DSLR dan SLT dari Sony, saya ingin sekali memakai kamera mirrorless. Kamera mirrorless mempunyai beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh kamera DSLR yaitu dimensinya. Ukuran sangat ringkas, karena tidak menggunakan cermin pada bagian depan sensor. Dari beberapa mirrorless, saya menyukai Sony NEX 6, meskipun kamera tersebut bukanlah kamera terbaru, terbaru dari Sony yaitu Sony Alpha 6000 dan Alpha 7 series. Saya selalu memberi kamera dalam kondisi bekas, karena selisih dengan harga baru cukup lumayan.
    (more…)

  • Sony ADP-MAA Adapter Flash Hotshoe Sony/Minolta Alpha ke Multi Interface

    Sony ADP-MAA
    Sony ADP-MAA

    Seperti kita ketahui, sejak Sony SLT A99, Sony meninggalkan hotshoe flash bertipe iISO yang seperti terbalik dengan 4 buah pin menjadi hotshoe Universal. Sebenarnya hotshoe terbaru pada kamera Sony terbaru bukan hanya satu titik di tengah saja yang terlihat. Tetapi di dalamnya ada pin-pin kecil yang menyambungkan ke beberapa fungsi tambahan. Seperti mikrofon, LED, dan sebagainya.

    Sony Multi Interface sendiri bisa menggunakan flash manual seperti Yongnuo, Viltrox, dan sebagainya. Disamping juga bisa memakai trigger standar untuk lampu studio.
    (more…)

  • Sony Flash HVL F56AM, Flash Power Besar dengan Kemampuan HSS

    Sony HVL F56AM
    Sony HVL F56AM

    Memiliki sebuah speedlite satu merk dengan kamera merupakan impian setiap pemilik DSLR, Berbeda dengan speedlite manual buatan tiongkok, speedlite semerk dengan kamera memiliki banyak sekali fitur yang tidak ada di dalam speedlite merk pihak ketiga. Kemampuan metering TTL yang sangat akurat, High Speed Sync, serta bisa wireless TTL dengan pancingan flash internal.

    Sony HVL 56 ini merupakan speedlite yang merupakan adopsi dari Minolta 5600HSD. Kemampuannya cukup baik, dengan sedikit kekurangan yaitu tidak bisa menjadi controller untuk flash HVL lainnya di body digital. Untuk body film Minolta Alpha/Dynax/Maxxum bisa.

    GN yang dimiliki flash ini cukup besar, 56 di ISO 100 pada posisi 85mm. Flash ini cukup handal, sudah saya pakai selama 2 tahun lebih tidak ada masalah berarti.

  • Sony A58 Last Entry Level of Sony DSLT

    Sony A58 dengan Lensa Kit 18-55 SAM II
    Sony A58 dengan Lensa Kit 18-55 SAM II

    Setelah berpikir dengan matang, akhirnya saya memutuskan untuk mengupgrade Sony A37 saya dengan Sony A58. Perbedaan antara A37 ke A58 banyak sekali.

    • MegaPixel sensor diperbesar dari 16MP ke 20MP
    • Body hampir mirip dengan Sony A57
    • Batere lebih besar, menggunakan FM500H daripada FW50
    • Hotshoe flash diganti dari Minolta Alpha ke Multi Interface Hotshoe, yang mirip dengan hotshoe standar kamera lain.
    • Lensa kit diupgrade menjadi SAM 18-55 generasi II dimana lebih cepat dan bagus.

    (more…)

  • Review SD Card Sandisk Ultra 32GB

    Sandisk SDHC Ultra Class 10
    Sandisk SDHC Ultra Class 10

    Setelah memiliki kamera Sony SLT A37 yang memorinya berbeda jauh dengan Sony A700, saya terpaksa membeli memori lagi. Karena SLT A37 memiliki kemampuan video Full HD, sangat mubazir jikalau saya menggunakan memori dengan kapasitas kecil dan lambat. Setelah saya browsing dan googling, saya menemukan memori yang sesuai dengan keinginan saya: Class 10, bermerk, kapasitas besar, dan yang paling penting, harga masuk akal per byte-nya. SDHC Sandisk Ultra class 10 dengan kapasitas 32 GB. Memori ini saya beli di sebuah toko online dengan harga masuk akal. Di kemasannya SD card ini tertulis 30MB/s, menurut janjinya memori ini kecepatan bacanya hingga 30 MB/s, untuk kecepatan tulis di bawahnya.

    Ok, sekarang kita lihat kemampuannya. Saya mengujinya dengan menggunakan card reader merk transcend.
    (more…)

  • Review Sony SLT-A37

    Sony SLT A37
    Sony SLT A37

    Saya menggunakan kamera Sony Alpha sejak Sony A230, kemudian ganti ke A300, lalu upgrade ke A700. Setelah awal-awal Sony menghilangkan cermin dan viewfinder optik menjadi teknologi SLT saya tidak membelinya, sebab di beberapa review meskipun SLT ini menggunakan sensor CMOS yang sangat low noise di hi ISO, tetapi banyak sekali komplain dari para penggunanya. Fitur SLT yang menarik dari Sony Alpha ini yaitu full autofocus pada live view dan video dengan teknologi deteksi fasa. Berbeda dengan kamera mirrorless atau  SLR pada umumnya menggunakan deteksi kontras.
    (more…)

  • Scanner Epson V370, scanner negatif film kualitas top

    Epson Perfection Scanner V370
    Epson Perfection Scanner V370

    Lama sekali tidak posting di blog ini karena sibuk dengan mainan baru, kamera analog, akhirnya nulis lagi. Kali ini saya akan mereview scanner terbaru dari Epson yaitu Epson Perfection V370. Mungkin banyak orang menganggap di era digital sekarang memotret dengan menggunakan kamera film serasa kembali ke jaman batu. Akan tetapi bagi beberapa orang, memotret dengan menggunakan kamera film ada perasaan tersendiri, dimana kita harus mengitung exposure (diafragma, shutter speed, dan ISO) serta fokus manual, dimana memotret dengan kamera analog membutuhkan kesabaran yang maksimal. (more…)

  • Servis Kamera DSLR Sony

    Sony Alpha 700
    Sony Alpha 700

    Saya mengganti kamera saya dari Sony Alpha 300 menjadi Sony Alpha 700 3 bulan yang lalu karena ada beberapa fitur yang saya butuhkan di Sony Alpha 700. Tombol yang lebih banyak, dual dial mode depan dan belakang dan masih banyak lainnya. Saya membeli bekas karena Sony A700 sudah diskontinyu beberapa tahun yang lalu. Meskipun kamera ini termasuk kamera lama, tetapi karena fitur-fitur akses cepat dari kamera ini membuat saya menyukainya meskipun banyak dari kamera Sony terbaru yang memilik fitur video ataupun sensor yang lebih bagus. Untuk kamera lain, karena saya terlanjur mencintai forum Alpharian dimana akses untuk servis kamera lebih mudah daripada merk lain saya tidak akan berpindah merk kamera.

    Pada saat saya terima kamera ini cukup bagus, tapi entah karena pemakaian menyebabkan AF pada kamera ini meleset cukup jauh. Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan memakai bukaan kecil F8 ke atas, tetapi karena saya terkadang butuh bokeh-bokehan akhirnya saya bawa ke Sony Authorized Service Center di Surabaya untuk meluruskan sensor AFnya.
    (more…)

  • Mencoba Redscale Film

    Menurut wikipedia, redscale adalah suatu teknik dimana bagian film yang terekspos pada sisi yang salah. Jadi film yang dipakai memang sengaja dibalik. Untuk teknik membalik film silakan cari di google. Saya mencoba Fujifilm Superia 200 dimana hasil dari Superia ini sangat menonjol warna merahnya. Sebenarnya saya juga mencoba film Kodak Color Plus 200, tetapi karena kecelakaan kecil yaitu isolasi yang saya pakai tidak menempel dengan kuat. Jadinya satu rol leak/terbakar semuanya.

    Saya menembaknya menggunakan kamera Minolta Dynax 404si yang saya set di kamera menjadi ISO 100.
    (more…)

  • Belajar kamera analog

    Alhamdulillah sebulan yang lalu saya membeli kamera SLR analog di ebay dengan harga terjangkau. Kamera tersebut merk Zenit 122 dengan lensa helios 44M 8. Beginilah penampakkan gambar dari Zenit 122 dengan lensa yang terpasang.

    Zenit 122 dengan Helios

     

    Kondisi kamera masih sangat mulus, lensa bening viewfinder juga masih jernih.
    (more…)