Author: mk

  • Update Zenfone 2.20.40.59 menyembuhkan persen pada batere

    Setelah pemakaian beberapa bulan, timbul keanehan pada Zenfone 2 saya. Pada update 2.17.xx, saya mengalami keanehan pada saat mengecas batere. Setelah 90%, status batere langsung loncat ke 100%. Begitu seterusnya sampai update 2.19.xx, kondisi batere saya semakin parah, dari 40% langsung loncat ke 100%.

    Apalagi status pemakaian  dari 100% di status android cuma 2 jam, pakai mode Ultrasaving Mode hanya bertahan 6 jam. Untungnya saya mempunyai Zenpower, sehingga bisa dicharge dengan zenpower. Saya coba downgrade ke versi 2.13.xx ternyata tidak bisa mengubah kondisi status batere saya. Saya coba berbagai cara, mulai format cache partition, reset factory, hingga mencas batere saya dalam kondisi mati selama 8 jam lebih tidak membuat kondisi batere saya lebih baik.

    Kemudian saya baca di forum facebook, ada update terbaru dari Asus 2.20.40.58 yang berisi perbaikan tentang cas batere, saya update 3x. Mulai dari 2.18.xx, 2.19.xx, sampai 2.20.xx. Setelah saya cas secara kontinyu selama 3 jam dari kondisi 0% sampai 100%, alhamdulillah status batere di android tidak loncat lagi, bertahap mulai dari 0%-100%. Begitu pula status batere saya kuat seharian, sekitar 10-12 jam di jalan. Good job Asus Dev!

    Screenshot_2015-08-12-21-28-57 Screenshot_2015-07-21-21-15-35 Screenshot_2015-07-30-12-42-46 Screenshot_2015-08-07-21-36-17 Screenshot_2015-08-07-22-16-43 Screenshot_2015-08-12-14-36-06 Screenshot_2015-08-12-15-59-46

  • Unboxing ZenPower (Power bank dari Asus)

    Pada saat launching zenfone 2 bulan april yang lalu, Asus membuat banyak sekali aksesoris. Salah satunya yaitu ZenPower. Power Bank yang menggunakan cell dari Panasonic. Penulis menguji salah satu ZenPower yang memiliki kapasitas 10050mAh. Output yang dikeluarkan oleh ZenPower ini sebesar 5v 2.4A. Sehingga cukup cepat untuk mengisi daya dari ponsel yang sudah dalam keadaan sekarat.

    (more…)

  • ASUS Zenbook UX305, Ultrabook dengan Intel Core M Hadir di Indonesia

     

    zenbook ux305
    zenbook ux305

    Jakarta (13 Mei 2015) – Setelah mengumumkan untuk pertamakalinya ke masyarakat Indonesia pada penghujung kuartal pertama lalu, ASUS Zenbook UX305 kini telah tersedia luas di pasaran. Notebook dari lini ultrabook tersebut semakin mengokohkan posisi Zenbook sebagai perangkat ultrabook yang sebenarnya.

    “Selain lebih tipis dan portabel, daya tahan baterai yang lebih baik, kini Zenbook dapat bekerja nyaris tanpa mengeluarkan suara,” ucap Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia. “Ini dimungkinkan karena penggunaan prosesor Intel Core M yang mengonsumsi daya antara 3,5 sampai 4,5 watt saja, sehingga tidak membutuhkan pendinginan berbasis kipas,” ucapnya.
    (more…)

  • Review Asus Zenfone 2 (1)

    Asus Zenfone 2
    Zenfone 2

    Setelah 4 hari dari unboxing Asus Zenfone 2, dan sudah cukup puas untuk mencoba beberapa fitur dari Zenfone 2 ini, waktunya untuk menuliskan pengalaman mencoba Zenfone 2 ini. Zenfone 2 yang penulis uji coba adalah tipe ZE551ML dengan RAM 4GB dan memori 32GB. Untuk Zenfone 2 saya memecah menjadi beberapa tahap, sebab banyak sekali kelebihan dari Zenfone 2 ini.

    1. Desain dan handling.

    Dari tampilan luar sedikit cukup menarik, model melengkung dan tanpa ada ujung yang runcing sehingga cukup nyaman digenggam. Untuk tombol, saya menyesuaikan dari memakai Zenfone 5 yang berada di sebelah kanan, baik tombol power maupun volume, menjadi tombol atas untuk power dan tombol belakang untuk volume. Peletakan tombol volume di belakang memudahkan saya ketika sedang menelpon seseorang sambil mengatur tombol volume dengan telunjuk.

    Tombol Volume, kamera, dan Flash
    Tombol Volume, kamera, dan Flash

    Posisi lensa yang lebih ke dalam membuat lensa lebih aman ketika di taruh di sembarang tempat. Maklum saya agak teledor. Lampu kilat yang berjumlah 2 buah lebih terang benderang ketika membutuhkan cahaya tambahan di ruangan yang redup. Untuk kamera dan lampu kilat akan saya tulis nanti.

    Bagian depan dari Zenfone 2 ini sedikit lebih besar daripada Zenfone 5, dengan desain bezel yang tipis, sehingga ukuran LCD lebih besar, menurut Asus 72% bagian bodi adalah ukuran layar. Meskipun sedikit lebih besar dari Zenfone 5, tetapi ketika saya genggam masih cukup nyaman.

    Zenfone 2 yang saya pegang
    Zenfone 2 yang saya pegang

    [nextpage title=”Layar”]

    2. Layar

    Menggunakan layar full HD 1920×1080 pixel dengan ukuran 5.5 inci,yang memiliki sudut penglihatan hingga 178 derajat. Kepadatan piksel hingga 403ppi yang sangat tajam membuat setiap gambar terlihat detil dan jelas, dengan teknologi ASUS TruVivid, ZenFone 2 memberikan warna yang sangat hidup. Tingkat terang layar 400nits membuat Anda bisa menikmati tampilan layar ponsel Anda dengan jelas walaupun berada di bawah sinar matahari.

     

    ze551Teknologi LTPS terbaru memiliki butir-butir polysiliconyang lebih besar dan seragam agar memudahkan elektron untuk mengalir lebih cepat untuk
    menghantarkan resolusi lebih tinggi dengan energi yang lebih efisien.

    Lapisan berikutnya, yakni sensor, menawarkan response time yang sangat cepat, hanya 60 milidetik setelah mendapatkan sentuhan jari. Artinya, nyaris tidak ada jeda saat melakukan swipe, mengklik aplikasi atau saat bermain game. Di pasaran sendiri, rata-rata smartphone Android memiliki response time layar antara 80 sampai 100 milidetik.

    Selain responsif, layar ASUS ZenFone 2 juga mendukung fitur Glove Mode. Jika diaktifkan, layar tersebut akan menjadi sensitif bahkan meski jari pengguna terbungkus sarung tangan. Adapun di bagian atasnya, ASUS menyempurnakan ZenFone 2 dengan Corning Gorilla Glass 3 hadir untuk meningkatkan daya tahan terhadap goresan ataupun benturan ringan.

    Menyelimuti cover glass, ASUS meletakkan lapisan anti-fingerprint setebal 20 nanometer. Ini memungkinkan pengguna melakukan tap, slide ataupun swipe pada layar tanpa meninggalkan bekas sidik jari jika tangan dalam kondisi bersih.

    Pada panel ZenFone 2 memiliki jangkauan warna hingga 72% NTSC, membuat saya cukup nyaman melihat warna-warna pada foto dan video karena  lebih banyak jangkauan jenis warna dan lebih presisi.
    [nextpage title=”Cover, batere, memori,  dan SIM Card”]
    3. Cover, batere, memori,  dan SIM Card

    Cover Zenfone 2 menggunakan material plastik yang didesain sangat menawan. Dengan finishing metal, kesan mewah dari Zenfone 2 sangatlah tampak nyata.

    zf21Zenfone 2 menggunakan desain unibody, dengan baterai li-po berkapasitas 3000mAh, 1,5 kali lebih besar dari Zenfone 5, yang tidak mudah dilepas oleh user awam. Akan tetapi pengguna bisa melepas pasang SIM card ataupun kartu memori. Meskipun Zenfone 2 yang penulis uji coba menggunakan memori 32GB, tetapi Asus tetap menyertakan slot kartu memori micro SD yang bisa menampung hingga 64GB jika dirasa memori sebesar 32GB kurang.

    Saat ini di beberapa kota besar Indonesia sudah menggunakan teknologi 4G LTE, Slot 1 SIM card pada Zenfone 2 ini sudah mendukung LTE sehingga pengguna ketika berada di tempat yang berada di posisi area 4G bisa menikmati kecepatan super ngebut. Meskipun demikian, slot SIM 1 kompatibel dengan teknologi GSM di belakangnya, 3G maupun 2G. Seperti posisi saya, dimana tidak ada sinyal 4G, terkadang hanya 2G masih bisa menggunakan SIM1 sebagai sarana akses internet. Sayangnya slot SIM2 hanya bisa menampung teknologi 2G saja.

    Asus Zenfone 2 menggunakan teknologi Dual Sim Dual Active, dimana 2 SIM card bisa aktif bersamaan. Ketika pengguna menggunakan SIM 1 untuk menelpon, sms dapat masuk ataupun SIM2 menerima telpon. Dalam kondisi menelpon dengan SIM1, pengguna bisa menghold untuk menerima telpon dari SIM 2, begitu pula sebaliknya.
    [nextpage title=”Kamera”]
    4. Kamera

    Salah satu fitur unggulan dari Zenfone 2 ini yang patut diacungi jempol adalah kamera. Untuk kamera belakang menggunakan Sensor 13MP dan kamera depan menggunakan sensor 5MP. Untuk hasil kamera silakan lihat foto-foto berikut yang saya uji coba di booth Asus pada saat launching. Sebelah kiri Zenfone 2, untuk sebelah kanan Zenfone 5

    Perbandingan HDR Zenfone 2 dan Zenfone 5
    3 Perbandingan HDR Zenfone 2 dan Zenfone 5

    Untuk memperbesar, klik gambar. Di sini bisa kita lihat, pada mode HDR Zenfone 2 lebih jernih dan detail, sedangkan Zenfone 5 lebih kemerahan.

    Zenfone 2 dan Zenfone 5 low light
    Zenfone 2 dan Zenfone 5 low light

    Untuk kondisi low light, pada menu kamera ada gambar burung hantu, bisa dilihat noise pada gambar yang dihasilkan oleh Zenfone 2 lebih sedikit daripada Zenfone 5.

    Untuk review selanjutnya akan saya tuliskan beberapa hari lagi.

  • Unboxing Zenfone 2

    Pada launching Zenfone 2 kemarin, Asus mengeluarkan 4 jenis Zenfone 2 yang akan beredar di pasaran Indonesia. Zenfone 2 mempunyai spesifikasi sebagai berikut:

    ZE550ML

    • Display 5.5″ IPS 1280×720 pixel, 268 ppi
    • Prosesor Intel 64-bit (Moorefield) Quad-Core Processor Z3560(1.8GHz) with PowerVR Series 6-G6430, OpenGL 3.2 Support
    • Memory Dual Channel 64-bit 2 GB
    • Memory internal 16 GB
    • Harga Rp 2.699.000

    (more…)

  • Launching Zenfone 2, Smartphone RAM 4GB pertama di dunia

    Bertepatan dengan hari Kartini, pada tanggal 21 April 2015, Asus meluncurkan sebuah smartphone penerus Zenfone 4, 4s, 5, dan 6 yang dinamakan Zenfone 2. Secara nama membuat user agak bingung, tetapi kali ini Asus menamakan 2 sesuai dengan generasinya. Launching Zenfone 2 pertama kali diadakan di Indonesia, bertempat di Grand Ballroom Hotel Pulman, Central Park, dengan mengundang berbagai media dan dealer dari seluruh Indonesia dan banyak juga dari Asia Tenggara, acara launching Zenfone 2 ini begitu meriah.

    DSC03356
    (more…)

  • Sony NEX 6, Mirrorless dengan Electronic Viewfinder

    Sony NEX 6
    Sony NEX 6

    Setelah beberapa tahun menggunakan kamera DSLR dan SLT dari Sony, saya ingin sekali memakai kamera mirrorless. Kamera mirrorless mempunyai beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh kamera DSLR yaitu dimensinya. Ukuran sangat ringkas, karena tidak menggunakan cermin pada bagian depan sensor. Dari beberapa mirrorless, saya menyukai Sony NEX 6, meskipun kamera tersebut bukanlah kamera terbaru, terbaru dari Sony yaitu Sony Alpha 6000 dan Alpha 7 series. Saya selalu memberi kamera dalam kondisi bekas, karena selisih dengan harga baru cukup lumayan.
    (more…)

  • Menghilangkan index.php pada Codeigniter di Ubuntu/Debian

    Codeigniter
    Codeigniter

    Meskipun sudah banyak yang beralih ke framework lainnya, saya masih menyukai framework Codeigniter yang menurut saya simpel, ringan dan mempunyai banyak komunitas. Ukuran file yang diunduh tidak terlalu besar. Sebelumnya saya sempat pesimis dengan kelanjutan Codeigniter ini, tetapi setelah berganti pengembang dan sepertinya akan terus dilanjutkan, saya kembali menyukainya.

    Untuk mengembangkan aplikasi dengan menggunakan xampp di Windows, sepertinya tidak ada masalah dengan fungsi rewrite url pada xampp dimana bisa menghilangkan tulisan index.php yang merupakan ciri khas dari framework ini. Akan tetapi jika menggunakan hosting dengan server yang diinstal sendiri memakai distro linux Debian/Ubuntu pasti akan mengalami masalah.

    (more…)

  • Sony ADP-MAA Adapter Flash Hotshoe Sony/Minolta Alpha ke Multi Interface

    Sony ADP-MAA
    Sony ADP-MAA

    Seperti kita ketahui, sejak Sony SLT A99, Sony meninggalkan hotshoe flash bertipe iISO yang seperti terbalik dengan 4 buah pin menjadi hotshoe Universal. Sebenarnya hotshoe terbaru pada kamera Sony terbaru bukan hanya satu titik di tengah saja yang terlihat. Tetapi di dalamnya ada pin-pin kecil yang menyambungkan ke beberapa fungsi tambahan. Seperti mikrofon, LED, dan sebagainya.

    Sony Multi Interface sendiri bisa menggunakan flash manual seperti Yongnuo, Viltrox, dan sebagainya. Disamping juga bisa memakai trigger standar untuk lampu studio.
    (more…)

  • Memilih Sistem Operasi Server untuk Server Aplikasi berbasis Web

    Linux
    Linux

    Di tempat kerja saya, menggunakan aplikasi berbasis web. Sehingga dibutuhkan sistem operasi yang mampu menangani semua tugas yang dibutuhkan. Yaitu web server, bahasa pemrograman php, serta mysql sebagai databasenya. Memilih sistem operasi server untuk server aplikasi berbasis web tidaklah mudah. Banyak sekali pilihan Sistem Operasi untuk server yang bisa digunakan untuk Server berbasis Web. Sistem operasi Windows Server sebenarnya cukup bagus, tetapi karena biaya lisensi yang cukup mahal, tidak cocok digunakan pada kantor saya. Pilihan lain yaitu Sistem Operasi dengan lisensi Opensource, ada freebsd, linux, atau beberapa sistem operasi yang Unix like lainnya.

    Pilihan saya yaitu pada linux, akan tetapi distro linux sangat banyak sekali jumlahnya. Sehingga cukup membingungkan pengguna. Dari sekian banyak distro linux server yang ada, saya memutuskan untuk memilih 2 sistem operasi server untuk server aplikasi berbasis web yaitu:

    • Untuk CentOS, distro ini hebat, berbasis komunitas dan menggunakan source dari RHEL yang berbayar. Tetapi satu kekurangannya. Saya tidak terbiasa dengan rpm.
    • Debian, distro paling stabil di muka bumi untuk saat ini. Distro ini cocok buat saya yang terbiasa dengan ubuntu. Akan tetapi beberapa versi terbaru mysql belum tersedia. Tetapi saya sudah terbiasa dan cocok dengan debian. Saat ini debian sudah mencapai versi 7 (wheezy).

    Mengapa saya tidak memakai ubuntu? Sebab rilis dari ubuntu terlalu cepat, tiap 6 bulan muncul rilis baru. Sedangkan server yang terhubung dengan internet apalagi server yang selalu on 24 jam tidak terlalu butuh update aplikasi dengan cepat dimana akan mengganggu running time dari server tersebut.

    Demikian saya memilih sistem operasi server untuk server aplikasi berbasis web pada kantor saya. Saat ini kantor saya menggunakan Debian 8 (Jessie).