Sony Alpha A35 entry level SLT dari sony

SLT A35

Alhamdulillah mendapatkan kesempatan memakai kamera SLT dari Sony. Kamera ini merupakan kamera entry level dengan kemampuan yang cukup mumpuni. SLT sendiri singkatan dari Single Lens Transluent. Berbeda dengan SLR (Single Lens Reflect) dimana ada cermin yang naik turun, SLT sendiri menggunakan cermin semi transparat dimana 70% cahaya akan diteruskan ke sensor utama, sedangkan 30% lainnya akan dipantulkan ke sensor AF. Kelebihan utama dari SLT sendiri yaitu cermin tidak naik turun sehingga efek dari hentakan cermin tidak ada dan autofocus pada saat pengambilan video sangat cepat karena menggunakan deteksi fasa, berbeda dengan DSLR merk lain yang menggunakan deteksi kontras. Kekurangan dari SLT entry level ini yaitu buat yang tidak terbiasa dengan EVF akan terasa aneh melihat layar monitor kecil di viewfinder, mirip seperti di handycam atau kamera prosumer super zoom. Selain itu jika memakai flash murahan seperti Yong Nuo atau memakai trigger maka layar menjadi gelap.

Dari review saya sendiri, sebelumnya memakai kamera Sony DSLR A300 terasa perbedaan yang signifikan. Handgrip lebih kecil, tapi lebih nyaman daripada Sony DSLR A230 saya yang dulu. Autofokus lebih cepat daripada Sony A300 dengan lensa yang sama. Karena memakai sensor CMOS, pada kondisi low light noise lebih bisa ditekan. Bisa merekam video kualitas HD dengan suara stereo. Disamping itu fitur panorama maupun panorama 3Dnya sangat bagus. Kekurangannya yaitu karena memakai baterai NP-FW50 yang kapasitasnya lebih kecil selain itu EVF juga berperan menguras baterai. Sony Alpha A35 ini ternyata tidak support remote infra red seperti Sony A33 dan A35. Saya cari-cari di menunya ternyata tidak ada. Tetapi secara keseluruhan kamera ini cukup bagus buat untuk foto dan video.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *