Review Sony SLT-A37

Sony-A37
Sony SLT-A37

Saya menggunakan kamera Sony Alpha sejak Sony A230, kemudian ganti ke A300, lalu upgrade ke A700. Setelah awal-awal Sony menghilangkan cermin dan viewfinder optik menjadi teknologi SLT saya tidak membelinya, sebab di beberapa review meskipun SLT ini menggunakan sensor CMOS yang sangat low noise di hi ISO, tetapi banyak sekali komplain dari para penggunanya. Fitur SLT yang menarik dari Sony Alpha ini yaitu full autofocus pada live view dan video dengan teknologi deteksi fasa. Berbeda dengan kamera mirrorless atau  SLR pada umumnya menggunakan deteksi kontras.

Sony A37 merupakan generasi kedua dari kamera SLT Sony Alpha. Meskipun produk ini sudah dibilang tidak baru lagi, alias sudah diskontinyu dari Sony, tetapi teknologi yang dibenamkan pada kamera mungil ini sangatlah cukup buat saya.

A37 merupakan penyempurnaan dari A33 dan A35 dimana pada kedua kamera SLT generasi awal banyak sekali permasalahan, misal tidak bisa digunakan untuk studio dimana menggunakan modus full Manual. Pada layar dan viewfinder SLT generasi awal ini akan gelap. Sedangkan A37 bisa menjadi terang. Untuk manual fokus, sudah ada fitur peaking, sehingga sangat membantu sekali baik pada saat pemotretan maupun video. Untuk durasi pengambilan video selama 29 menit 59 detik masih bisa, tanpa adanya overheat di sensor.  Untuk durasi tidak boleh 30 menit ke atas, karena perangkat ini bukanlah camcorder.

Saya membelinya bekas, sebab kalau baru sudah tidak ada lagi barang barunya. Selain itu lumayan menghemat sekitar satu jutaan. 🙂

One thought on “Review Sony SLT-A37

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *