Review Asus Zenfone 2 (1)

Asus Zenfone 2
Zenfone 2

Setelah 4 hari dari unboxing Asus Zenfone 2, dan sudah cukup puas untuk mencoba beberapa fitur dari Zenfone 2 ini, waktunya untuk menuliskan pengalaman mencoba Zenfone 2 ini. Zenfone 2 yang penulis uji coba adalah tipe ZE551ML dengan RAM 4GB dan memori 32GB. Untuk Zenfone 2 saya memecah menjadi beberapa tahap, sebab banyak sekali kelebihan dari Zenfone 2 ini.

1. Desain dan handling.

Dari tampilan luar sedikit cukup menarik, model melengkung dan tanpa ada ujung yang runcing sehingga cukup nyaman digenggam. Untuk tombol, saya menyesuaikan dari memakai Zenfone 5 yang berada di sebelah kanan, baik tombol power maupun volume, menjadi tombol atas untuk power dan tombol belakang untuk volume. Peletakan tombol volume di belakang memudahkan saya ketika sedang menelpon seseorang sambil mengatur tombol volume dengan telunjuk.

Tombol Volume, kamera, dan Flash
Tombol Volume, kamera, dan Flash

Posisi lensa yang lebih ke dalam membuat lensa lebih aman ketika di taruh di sembarang tempat. Maklum saya agak teledor. Lampu kilat yang berjumlah 2 buah lebih terang benderang ketika membutuhkan cahaya tambahan di ruangan yang redup. Untuk kamera dan lampu kilat akan saya tulis nanti.

Bagian depan dari Zenfone 2 ini sedikit lebih besar daripada Zenfone 5, dengan desain bezel yang tipis, sehingga ukuran LCD lebih besar, menurut Asus 72% bagian bodi adalah ukuran layar. Meskipun sedikit lebih besar dari Zenfone 5, tetapi ketika saya genggam masih cukup nyaman.

Zenfone 2 yang saya pegang
Zenfone 2 yang saya pegang

[nextpage title=”Layar”]

2. Layar

Menggunakan layar full HD 1920×1080 pixel dengan ukuran 5.5 inci,yang memiliki sudut penglihatan hingga 178 derajat. Kepadatan piksel hingga 403ppi yang sangat tajam membuat setiap gambar terlihat detil dan jelas, dengan teknologi ASUS TruVivid, ZenFone 2 memberikan warna yang sangat hidup. Tingkat terang layar 400nits membuat Anda bisa menikmati tampilan layar ponsel Anda dengan jelas walaupun berada di bawah sinar matahari.

 

ze551Teknologi LTPS terbaru memiliki butir-butir polysiliconyang lebih besar dan seragam agar memudahkan elektron untuk mengalir lebih cepat untuk
menghantarkan resolusi lebih tinggi dengan energi yang lebih efisien.

Lapisan berikutnya, yakni sensor, menawarkan response time yang sangat cepat, hanya 60 milidetik setelah mendapatkan sentuhan jari. Artinya, nyaris tidak ada jeda saat melakukan swipe, mengklik aplikasi atau saat bermain game. Di pasaran sendiri, rata-rata smartphone Android memiliki response time layar antara 80 sampai 100 milidetik.

Selain responsif, layar ASUS ZenFone 2 juga mendukung fitur Glove Mode. Jika diaktifkan, layar tersebut akan menjadi sensitif bahkan meski jari pengguna terbungkus sarung tangan. Adapun di bagian atasnya, ASUS menyempurnakan ZenFone 2 dengan Corning Gorilla Glass 3 hadir untuk meningkatkan daya tahan terhadap goresan ataupun benturan ringan.

Menyelimuti cover glass, ASUS meletakkan lapisan anti-fingerprint setebal 20 nanometer. Ini memungkinkan pengguna melakukan tap, slide ataupun swipe pada layar tanpa meninggalkan bekas sidik jari jika tangan dalam kondisi bersih.

Pada panel ZenFone 2 memiliki jangkauan warna hingga 72% NTSC, membuat saya cukup nyaman melihat warna-warna pada foto dan video karena  lebih banyak jangkauan jenis warna dan lebih presisi.
[nextpage title=”Cover, batere, memori,  dan SIM Card”]
3. Cover, batere, memori,  dan SIM Card

Cover Zenfone 2 menggunakan material plastik yang didesain sangat menawan. Dengan finishing metal, kesan mewah dari Zenfone 2 sangatlah tampak nyata.

zf21Zenfone 2 menggunakan desain unibody, dengan baterai li-po berkapasitas 3000mAh, 1,5 kali lebih besar dari Zenfone 5, yang tidak mudah dilepas oleh user awam. Akan tetapi pengguna bisa melepas pasang SIM card ataupun kartu memori. Meskipun Zenfone 2 yang penulis uji coba menggunakan memori 32GB, tetapi Asus tetap menyertakan slot kartu memori micro SD yang bisa menampung hingga 64GB jika dirasa memori sebesar 32GB kurang.

Saat ini di beberapa kota besar Indonesia sudah menggunakan teknologi 4G LTE, Slot 1 SIM card pada Zenfone 2 ini sudah mendukung LTE sehingga pengguna ketika berada di tempat yang berada di posisi area 4G bisa menikmati kecepatan super ngebut. Meskipun demikian, slot SIM 1 kompatibel dengan teknologi GSM di belakangnya, 3G maupun 2G. Seperti posisi saya, dimana tidak ada sinyal 4G, terkadang hanya 2G masih bisa menggunakan SIM1 sebagai sarana akses internet. Sayangnya slot SIM2 hanya bisa menampung teknologi 2G saja.

Asus Zenfone 2 menggunakan teknologi Dual Sim Dual Active, dimana 2 SIM card bisa aktif bersamaan. Ketika pengguna menggunakan SIM 1 untuk menelpon, sms dapat masuk ataupun SIM2 menerima telpon. Dalam kondisi menelpon dengan SIM1, pengguna bisa menghold untuk menerima telpon dari SIM 2, begitu pula sebaliknya.
[nextpage title=”Kamera”]
4. Kamera

Salah satu fitur unggulan dari Zenfone 2 ini yang patut diacungi jempol adalah kamera. Untuk kamera belakang menggunakan Sensor 13MP dan kamera depan menggunakan sensor 5MP. Untuk hasil kamera silakan lihat foto-foto berikut yang saya uji coba di booth Asus pada saat launching. Sebelah kiri Zenfone 2, untuk sebelah kanan Zenfone 5

Perbandingan HDR Zenfone 2 dan Zenfone 5
3 Perbandingan HDR Zenfone 2 dan Zenfone 5

Untuk memperbesar, klik gambar. Di sini bisa kita lihat, pada mode HDR Zenfone 2 lebih jernih dan detail, sedangkan Zenfone 5 lebih kemerahan.

Zenfone 2 dan Zenfone 5 low light
Zenfone 2 dan Zenfone 5 low light

Untuk kondisi low light, pada menu kamera ada gambar burung hantu, bisa dilihat noise pada gambar yang dihasilkan oleh Zenfone 2 lebih sedikit daripada Zenfone 5.

Untuk review selanjutnya akan saya tuliskan beberapa hari lagi.

One thought on “Review Asus Zenfone 2 (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *