Perang tarif promosi makin kacau

Seperti kita ketahui saat ini. Operator seluler gencar mengkampanyekan promosi yang aneh-aneh. Si oranye dengan tarif Rp 600 sampai puas*, si kuning dengan penambahan pulsa sebanyak 50% tiap kali isi ulang, si hijau dengan tarif Rp 240 sampai puas banget*, sedang si merah sudah menurunkan tarifnya sejak 1 April 2008 yang lalu.

Di antara ketiga operator besar tersebut Telkomsel memang sudah benar-benar menurunkan tarifnya secara jujur, termasuk pasca bayarnya. Akan tetapi untuk kartu As, gratis 3 menit setelah 2 menit menelepon. itu yang membuat saya bingung menghitungnya. Seharusnya dibuat tarif yang lebih jujur lagi. Kekurangan dari Telkomsel untuk simPATI pra bayarnya, masa aktif terlalu singkat. Jadi agar bisa aktif selama sebulan penuh, minimal harus mengisi ulang Rp 50.000,00, kalau diisi ulang lagi masa aktif tidak bertambah. Untuk kartu As, kudu pake Rp 25rb kalau mau aktif. IM3 dan Mentari 20rb sudah bisa dipake untuk sebulan. Bahkan IM3 dua kali voucher SMS 5rb bisa dipakai untuk sebulan. Lha saya sebulan Rp 20.000 gak pernah bisa habis. Dari beberapa teman saya yang menggunakan simPATI pede, mengeluhkan dulunya cuma Rp 3rb-an bisa dipake untuk satu jam, sekarang cuma 15 menit.

Dua operator besar lain belum menurunkan tarifnya secara resmi. Mereka menunggu batas akhir. Untuk xl dan indosat, susah banget buat telpon setelah jam 5 sore sampai jam 11 malam. SMS dari IM3 malah parah, sms sekarang mungkin 10-20 menit bahkan 4 jam kemudian baru sampai di tujuan. Saya yang memakai IM3 untuk jualan pulsa elektrik multi operator, mau tidak mau harus pindah ke kartu As untuk melayani pelanggan.

Saya pelanggan pasca bayar matrix merasa dirugikan dengan adanya perang tarif promosi dari para operator seluler. Untuk telpon, boleh dibilang nasibnya sama dengan IM3 yang murah, SMS juga begitu. Seminggu yang lalu pas benar-benar butuh untuk menelpon istri gara-gara New Shogun 110 yang mogok sepulang dari luar kota tidak bisa, sms lama banget laporannya. Capek deeeh.. Mau pindah ke operator lain buat nomer pribadi, capek woro-woronya. Enakan di Jepang, Eropa dan di US sono, bisa pindah-pindah operator tapi nomernya tetep. Kapan ya bisa diwujudkan di Indonesia?

Boleh sih perang tarif promosi, tapi kualitas jaringan diperbaiki dulu dong. Jangan teriak-teriak tarif murah tapi kualitas jelek banget. Mudah-mudahan kedua operator besar seluler Indonesia segera memberikan tarif yang transparan dan memperbaiki jaringannya.

7 thoughts on “Perang tarif promosi makin kacau

  1. IM3 itu masih saudara dengan matrix dan mentari.. kalo mentari dan IM3 bisa turun, kenapa matrix yang merupakan pasca bayar dari indosat dimana pelanggannya sangat loyal gak diturunkan tarifnya? Baca detikinet deh..

  2. Saya lebih baik mencari yang aman saja, Kur. Makanya pilihan ke Telkomsel dengan kartu halo hybrid. Dan benar saja, sampai saat ini saya belum pernah mengalami gangguan yang berarti. Baterai HP pun sangat hemat karena sinyal selalu full.

    Dulu sempat pake Matrix, kesel karena Indosat seperti menganak tirikan matrix, tidak pernah sekalipun dikasi promosi tarif. Akhirnya pindah ke Halo Hybrid yang ngasi gratis 100 sms sebulan dengan tarif percakapan sama kayak kartu halo.

  3. Iya memang layanan telkomsel bagus.. tapi saya gak akan pake kartu Halo, sebab pernah punya pengalaman buruk dengan kartu halo dulu..

    Lagian, no hp saya bagus banget dan mudah diingat, lihat About deh..

  4. Betul mas :

    1. promosi tarif murah sekarang sudah cenderung mengecoh, karena bisa jadi malah mahal

    2. kenaikan traffic tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas jaringan mereka.

    Barusan tadi siang istri saya membatalkan nomor XL nya. Ketika ditanya oleh customer service alasannya, sambil menahan kesal, istri saya bercerita soal SMS yang baru sampai setelah 3 hari, susahnya orang lain menelpon dia, dst. He he šŸ™‚

    Terpaksa kita sekarang pada pindah ke Telkomsel, karena pada saat ini jaringan mereka sepertinya adalah yang paling besar kapasitasnya.

  5. Pren2 iklan di tv jg kacau, masa ada iklan operator lain pd waktu iklannya ditayangkan. Parahnya Beda operator. Emg Letaknya di kaca samping dlm mobil jd gak kelihat jelas, tp bs dibaca kq. Operator’y gak ush dsebutin, msh iklannya msh baru.

    Apa pun kata org, ane tetap pake indosat. Gprs asik bgt, palagi pake opera mini cuma rp1,- sampe puas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *