Komputerku mati

Kemarin sore aku ke surabaya untuk membeli printer HP OfficeJet 4355 All in One, untuk kantor dan sekalian beli infus C45 untuk kantor. Alhamdulillah setelah dipasang dan dicoba lancar-lancar saja. Cuma sayangnya aku beli tas buat laptopku kok terlalu besar. Aku salah mengira-ngira ukurannya.
Agak siang sedikit aku diajak teman-teman untuk menjenguk Kepala Puskesmas Sukodadi yang sakit jantung koroner di Surabaya. Rencananya setelah pulang dari RS Dr. Soetomo mau mampir ke rumah teman yang di Surabaya. Karena rombongan mobil dimana aku berada tidak ada yang tahu dimana rumah temanku dan rombongan kami terpisah dengan rombongan lain. Akhirnya kami pulang ke Sukodadi. Sampai Sukodadi sudah pukul 14.45.
Setelah itu dengan mengendari New Shogun 110 kesayanganku aku meluncur ke Jombang, sebelumnya aku mampir dulu ke Ngimbang ada komplain tentang printer epson C45 yang kupasangi infus. Warna hitamnya gak mau keluar. Sambil mengcopy e-book dari HDDku yang download di ebooksportal.org dan warungplusplus yang berisi ebook tutorial tentang pemrograman, sampai malam pukul 21.00 tetep gak bisa memunculkan warna hitam. Aku pulang.

Sampai di rumah dengan melewati hutan Ngimbang-Kabuh yang gelap jam 22.00. Seperti biasa, aku menyalakan komputerku, Barton 2600+, MB KX18D Pro II, RAM 1 GB, VGA Radeon 9550 256MB, HDD 160 GB. Sial, komputerku mati. Beberapa hari yang lalu memang dipakai adikku. Tapi gak apa-apalah. Mungkin sudah waktunya ganti komputer. Sudah 4 tahun mengabdi. Untung masih ada laptop. Mungkin kipasnya mati lalu CPUnya kepanasan. Iseng-iseng belanja di toko online yang berada di surabaya. Nyari motherboard yang bisa menjalankan MacOS x86. Sebab beberapa saat yang lalu aku beli motherboard Asus P5RD1-VM, tampilan MacOS X x86 tidak bisa berjalan dengan sempurna. Kupilih Asrock Conroe 865PE yang masih meggunakan DDR dan VGA AGP, dan yang paling penting, slot PCI biasa ada 5 biji, cukup untuk memasang TV tuner, USB to PCI dan card firewire. Rencananya kalo komputerku yang masih di dalam kardus Asus P5RD1-VM, RAM 256MB, HDD 40 GB, CD-RW, modem laku, mau kubelikan Pentium D 820. Sudah lama pengin beralih ke Intel Pentiyum.

7 thoughts on “Komputerku mati

  1. Barton 2600+, MB KX18D Pro II-nya mo dijual gak bozzzzzzzzzzzzzz????? mungkin yg mati bukan processornya??//

    mk : ini siapa yak? Kalo MBnya keliatannya yang rusak, kayak abis dikencingi kecoak atau tikus.. kirim email ke aku at histla.com aja deh..

  2. (Barton 2600+, MB KX18D Pro II-nya mo dijual gak bozzzzzzzzzzzzzz????? mungkin yg mati bukan processornya??//)

    Dah laku BOZZZ aku ada di Jogja. 0274 – 7893914 (sms-an ok!!!) kebetulan aku ada mainboard nganggur… abit NF7… gitu loh?

    Akhirnya dibeli sama sampeyan.. Trims mbah mol..

  3. Sama-sama Mas Kurniawan, itung-itung memanfaatkan baramg yang sudah mati, he…he….

    padahal aku nulis bukan buat dijual, tapi gak apa2 lah.. hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *