Andai Asus EEE PC jadi milik saya

Saya tahu informasi ini dari Priyadi, dan saya tidak ingin Priyadi menjadi satu-satunya peserta yang mengikuti kompetisi lomba dan memenangkan hadiah Asus EEE tersebut. Karena saya benar-benar berharap Asus EEE tersebut.

Andai Asus EEE jadi milik saya, akan saya hapus linux yang ada di dalamnya dan saya ganti dengan windows hasil kustomasi saya, karena kalau install default Windows XP Prof, sudah menghabiskan ruang sebesar 1.5GB. Saya bawa kemana saja baik kerja dan kuliah karena sangat ringan sekali. Saya gunakan untuk mengetik artikel ketika saya tiba-tiba ada ide untuk menulis, dan langsung saya tuangkan di Asus EEE PC tersebut. Laptop Tecra 8100 saya tinggalkan di rumah karena terlalu berat. 4 kali lipat berat Asus EEE PC! Saya bercita-cita menjadi penulis terkenal yang bisa menghasilkan buku-buku best-seller dengan Asus EEE PC. Nanti dalam karya-karya saya akan saya cantumkan “writen with Asus EEE PC“, jika tulisan tersebut ditulis dengan Asus EEE PC.

Mungkin terlalu muluk, tapi bagaimana lagi. Gaji sebulan tidak mungkin untuk membeli Asus EEE PC tersebut. Akhirnya saya ikut kuis I Want EEE PC ini.

7 thoughts on “Andai Asus EEE PC jadi milik saya

  1. Kalo aku sih tunggu ASUS jual di Indonesia. Kapan ya.. mungkin gak sih?
    Kalo dijual secara bebas langsung, mungkin bakalan laris tuh. Kalo inden, koq kayaknya gak ada kepastian gitu. Apalagi duit dimuka. Kecuali pihak ASUSnya sendiri yang jual, aku baru mau.

  2. wah turut bersedih karena gak dapat asus eee nya 🙁 tenang aja mas ntar juga bisa kebeli sendiri..

    btw minta tips nya dong tentang windows xp yang di-kustomasi sendiri sama mas, kalo standar menghabiskan 1.5 GB, kalo hasil kustomasi mas bisa menghabiskan berapa?

    thanks and salam kenal ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *